Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya

Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya || Undak usuk bahasa Sunda adalah suatu sistem penggunaan variasi bahasa Sunda halus, sedang, dan kasar. Berdasar pada sejarahnya, munculny undak usuk bahasa Sunda disebabkan oleh pengaruh budaya Jawa pada kehidupan budaya Sunda. Kontak bahasa Sunda dan bahasa Jawa secara intensif terjadi ketika Sultan Agung menguasai tanah Pasundan. Salah satu unsur bahasa Jawa yang berupa unggah-ungguhing boso diadopsi ke dalam sistem bahasa Sunda. Jadi, undak usuk dalam ba-hasa Sunda muncul setelah daerah Pasundan dikuasai Mataram.

Dalam Kongres Basa Sunda 1988 di Cipayung, Bogor, diputuskan bahwa tingkatan dalam undak usuk bahasa Sunda disederhanakan lagi menjadi dua macam, yakni (1) basa hormat (bahasa halus) dan (2) basa loma (bahasa kasar). Namun, sampai Kongres Basa Sunda VII tahun 2001 yang dilaksanakan di Garut belum terdapat kesepahaman di antara para pakar bahasa Sunda mengenai bentuk ragam dan kosakatanya. Yang baru disepakati ialah bahwa undak usuk bahasa Sunda terdiri atas dua ragam, yakni ragam hormat dan ragam loma. Perubahan tingkatan dan jumlah kosakata undak usuk bahasa Sunda meru-pakan suatu hal yang alami. Pembagiannya dirinci menjadi tiga bagian, yakni ragam hormat keur ka batur (ragam hormat untuk orang lain), ragam hormat keur ka diri sorangan (ragam hormat untuk diri sendiri), dan ragam loma (ragam akrab).

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan undak usukbahasa Sunda adalah sistem penggunaan variasi bahasa Sunda berdasarkan tingkat tutur, yakni ragam hormat untuk orang lain (ragam hormat keur ka batur), ragam hormat untuk diri sendiri (ragam hormat keur ka sorangan), dan ragam akrab (ragam loma). Pemakain undak usuk bahasa Sunda ditentukan oleh kekuasaan, kedudukan (status relatif), dan keakraban; serta berhubungan dengan peran pembicara dan yang diajak bicara.

Adapun Tujuan Undak-usuk basa/ tatakrama Bahasa Sunda itu sendiri yaitu untuk saling menghargai dan menghormati antara sesama, dalam bahasa sunda. Tentu saja kata-kata yang diucapkan dikatakan hormat apabila disertai dengan raut muka/mimik, gaya pengucapan (lentong), serta gerakan tubuh (rengkuh). Di Tatar Sunda, Bahasa Sunda merupakan bahasa induk yang perlu dirawat dan dilestarikan (dimumule) karena merupakan identitas hidup masyarakat Suku Sunda. Saat ini banyak orang Sunda yang menggunakan bahasa pengantar sehari-hari dengan Bahasa Indonesia karena dinilai lebih praktis dan tidak mengenal undak-usuk basa/ tingkatan/ hierarki bahkan dengan Bahasa deungeun / bahasa luar negeri seperti Bahasa Inggris.

Download File Lengkap;
Ragam Kecap Tingkatan Undak Usuk Basa Sunda - [klik di sini]

Secara garis besar Undak-usuk Basa Sunda/ Tatakrama Bahasa Sunda dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

Basa Kasar
Basa Kasar digunakan untuk hewan dan digunakan oleh orang yang sedang marah. Bahasa kasar sebenarnya kurang patut diucapkan di hadapan siapapun, namun bahasa kasar ini masih sering digunakan ketika seseorang sedang marah atau beradu mulut. Akan ada kesan tidak sopan jika Anda menggunakan tingkatan bahasa ini.

Basa Loma (akrab)
Basa Loma digunakan untuk orang/teman yang sudah akrab dengan kita (loma/akrab ). Biasanya diucapkan saat berbicara kepada orang yang seumuran atau sudah karib, misalnya teman atau orang yang usianya di bawah kita. Inilah bahasa Sunda yang umum digunakan kalangan anak muda. Takarannya sedang, tidak terlalu kasar tapi tidak terlalu halus.

Basa Hormat (Lemes)
Basa Hormat biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang pantas dihormat seperti kepada orang yang lebih tua, guru, sesepuh, tokoh masyarakat, pejabat, atasan. Ketika seseorang menggunakan bahasa halus ini ketika bercakap dengan para sepuh asal sunda. Apalagi jika ditambah dengan lentong (intonasi), pasemon (roman/ekspresi wajah), rengkuh jeung peta (sikap; gesture) yang baik, maka akan menjadi menaikkan citra diri orang tersebut.


Download File Lengkap;
Ragam Kecap Tingkatan Undak Usuk Basa Sunda - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut ini bermanfaat !!!

Labels: Sundanese

Thanks for reading Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya. Please share...!

0 Komentar untuk "Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya"

Your comment for me, please!

Back To Top
close