TozSugianto

TozSugianto

TozSugianto


Mengenal Pramuka Prasiaga Bagi Anak Usia PAUD

Mengenal Pramuka Prasiaga Bagi Anak Usia PAUD || Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke 58 tanggal 14 Agustus 2019, Gerakan Pramuka secara resmi telah mengesahkan Tingkatan Pramuka Prasiaga bagi peserta didik pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai tingkatan baru dalam Gerakan Pramuka setelah diujicoba sejak tahun 2010 di Kwartir Daerah Jawa Barat. Pramuka Prasiaga PAUD merupakan salah satu konsep pendidikan yang berfungsi untuk membentuk siswa sebagai manusia Indonesia yang memiliki karakter yang sangat baik diajarkan kepada  anak  sejak mereka berusia anak PAUD yaitu 3-7 tahun. Tingkatan pramuka yang mulanya hanya  empat tingkatan yaitu siaga, penggalang, penegak, dan pembina kini bertambah satu yaitu prasiaga.

Materi Pramuka Prasiaga PAUD yang diberikan untuk pramuka usia dini, berupa materi yang selayaknya diberikan untuk anak PAUD. Akan tetapi dalam hal ini, pemberi materi menyisipkan pengetahuan pramuka secara umum ke dalam materi yang biasa dilakukan. Misalnya sambil bermain  dengan mengajar anak menggambar, bertepuk tangan, bernyanyi, bermain kerjasama, dan media bermain lain yang dapat memperkenalkan anak pada pramuka. Pengenalan Pramuka pada anak usia dini yang meliputi sejumlah model ini ditujukan dalam memenuhi delapan kecerdasan anak usia dini dan perangsangan perkembangan motorik serta perkembangan kognitifi anak usia dini.

Metode pengenalan Pramuka dengan menggunakan lagu tentunya ditujukan untuk merangsang kecerdasan anak usia dini dalam menggunakan Bahasa pada setiap liriknya, merangsang kemampuan anak usia dini dalam menyanyikan lagu dan mendengarkan irama setiap liriknya, kemampuan dalam melakukan gerak tubuh yang dilakukan dengan gerak lagu, selain itu dalam lagu dapat diselipkan pengenalan angka pada lirik lagu.

Pengenalan Pramuka dengan lagu dapat merangsang kecerdasan kognisi anak usia dini yang menirukan lirik lagu-lagu pramuka dan kemudian dapat tertanam pada anak usia dini tentang makna-makna lagu tersebut. Selain itu, perkembangan motorik kasar anak usia dini dapat terlatih ketika mendengarkan dan melakukan gerak lagu. Pengenalan Pramuka dengan menggunakan tepuk dapat merangsang kecerdasan gerak kinestetik anak melalui tepukan tangan yang berirama.

Tepuk Pramuka dapat pula menstimulasi  kecerdasan dalam mengenali angka. Selain itu, metode pengenalan dengan tepuk dapat merangsang perkembangan motorik kasar anak usia dini dan dapat mengembangkan kecerdasan kognitif melalui pola pikir yang statis.

Pengembangan/pembentukan karakter bangsa merupakan fondasi bagi keberlanjutan hidup berbangsa dan bernegara dan harus dilakukan sedini mungkin. Secara empirik, Praja muda karana atau biasa disebut pramuka memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam melaksanakan pendidikan karakter melalui pendekatan bermain.

Prasiaga merupakan solusi praktis bagi penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter di satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan di satuan komunitas Pramuka melalui pendekatan bermain. Hal ini sesuai dengan amanat PP No. 87 tahun 2017 pasal 1 butir 1 yang menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pendekatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Selanjutnya PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab.

Demikian sajian informasi mengenai Pramuka Prasiaga Bagi Anak Usia PAUD yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Inilah 10 Jenis Metode Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

Inilah 10 Jenis Metode Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 || Metode mengajar merupakan suatu cara atau upaya seorang guru dalam membuat rasa nyaman dan menyenangkan bagi siswanya dalam melakukan proses pembelajaran sehingga mencapai tujuan belajar yang sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 memfasilitasi peserta didik untuk berperan aktif dan dapat saling berkolaborasi dengan guru dan sesama peserta didik sehingga harus tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Berikut ini akan dijelaskan 10 jenis metode mengajar yang dapat di gunakan oleh guru, di antaranya yaitu :

1. Presentasi
Pada metode presentasi, guru atau siswa menyebarkan informasi yang dieroleh melalui sumber kelompok kecil. Bentuk integrasi metode presentasi dapat dilihat melalui sejumlah sumber daya teknologi yang digunakan dapat meningkatkan kualitas penyajian informasi. Sebagai contoh siswa dapat menggunakan aplikasi microsoft power point untuk menampilkan hasil rangkuman, hasil tulisan teks dan menyajikan video maupun gambar sekaligus dalam satu tampilan presentasi.

2. Demonstrasi
Pada metode demonstrasi, siswa mempelajari pandangan dari suatu keterampilan atau prosedur yang harus dipelajari. Demonstrasi dapat diterapkan pada seluruh anggota kelas, kelompok kecil, atau individu yang membutuhkan sedikit penjelasan tambahan tentang bagaimana melakukan suatu tugas. Bentuk integrasi metode demonstrasi dapat ditingkatkan melalui penggunaan peralatan teknologi seperti kamera digital. Kamera video digital dapat digunakan untuk merekam demonstrasi selama atau sebelum kelas berlangsung.

3. Drill and Practice
Dengan menggunakan metode Latihan terus menerus dan Praktik dalam kegiatan pembelajaran, Peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan latihan -latihan untuk menyegarkan atau meningkatkan kapasitas isi pengetahuan dan keterampilan. Strategi dan praktik harus diikuti umpan balik untuk menguatkan jawaban benar dan memperbaiki jawaban salah yang mungkin dilakukan siswa. Bentuk integrasi dari metode ini dengan penggunaan teknologi adalah banyak aplikasi komputer yang ditawarkan kepada siswa memberikan kesempatan untuk mengingat kembali dan melakukan praktik atas pengetahuan maupun ketrampilannya.

4. Tutorial
Tutorial merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa bekerjasama dengan orang lain yang lebih ahli. Tutorial dapat di sajikan dalam bentuk perangkat lunak komputer tercetak khusus yang menyajikan konten/isi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta tanggapan peserta, menganalisis tanggapan, memberikan umpan balik yang sesuai, dan memberikan latihan sampai pelajar menunjukkan tingkat kemandirian yang telah ditentukan. tutorial melibatkan pertukaran ide dan pendapat di antara siswa atau di antara siswa dan guru.

5. Diskusi
Metode diskusi dalam kegiatan pembelajaran dapat di jadikan sebagai sebuah strategi pembelajaran. Diskusi akan efektif bila dilakukan dengan cara mengenalkan topik pembicara yang baru atau lebih mendalam sampai konsep dasar. Integrasi antara metode diskusi dengan teknologi adalah teknologi mendukung diskusi menjadi metode yang dikenal di kelas seperti saat ini seperti metode yang memperluas percakapan di luar kelas.

6. Cooperative Learning
Metode ini adalah siswa dapat belajar tidak hanya berdiskusi masalah materi teks dan menonton media, tapi juga menghasilkan media. Sebagai contoh siswa dapat mendesain dan menghasilkan sebuah podcast, video, atau powerpoint atau prezi presentasi.

7. Problem Based Learning
Menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah, siswa secara aktif akan mencari solusi untuk masalah-masalah terstruktur atau tidak terstruktur yang terletak di dunia nyata. Masalah terstruktur memberikan siswa pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin menjadi jawaban atas permasalahan yang ada. Integrasi dari metode ini dengan teknologi adalah banyaknya aplikasi komputer yang menyediakan dan mendukung pembelajaran berbasis masalah.

8. Games / Permainan
Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Permainan maka guru dapat menyediakan sebuah lingkungan yang kompetitif dimana siswa mengikuti aturan yang ditentukan saat mereka berusaha untuk mencapai tujuan yang menantang dan menghadirkan siswa dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin merupakan jawaban yang tepat.

9. Simulasi
Metode simulasi mengijinkan siswa untuk berada pada situasi nyata. Integrasi dari metode simulasi dengan teknologi adalah kemampuan interpersonal dan percobaan laboratorium pada fisika ilmu pengetahuan alam merupakan contoh subjek simulasi.

10. Discovery / Penemuan
Metode pembelajaran discovery merupakan suatu Strategi dimana siswa di harapkan dapat menemukan hasil pembelajaran yang inovatif. Integrasi dari metode discovery dengan teknologi adalah ada beberapa variasi cara bahwa teknologi instruktusional dan media dapat membantu mengenalkan discovery maupun inkuiri.

Demikian sajian informasi mengenai 10 Jenis Metode Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 yang dapat disajikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Pedoman, Tema dan Logo (revisi) HUT RI 74 Tahun 2019

Pedoman, Tema dan Logo (revisi) HUT RI 74 Tahun 2019 || Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2019 diterbitkan oleh Sekretariat Negara, dengan surat bernomor B-780/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2019 bertanggal 23 Juli 2019. Surat tersebut dialamatkan kepada Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur BI, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Lembaga-Lembaga Non-kementrian, Pimpinan Lembaga-Lembaga Non-Struktural, Para Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri, Gubernur Provinsi di Seluruh Indonesia, dan Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia, yang ditandatangani oleh Mensesneg Pratikno.

Pengumuman dari Setneg pada pokoknya adalah:
  1. Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2019 adalah SDM Unggul Indonesia Maju. Download Logo dan Pedoman Visual - [klik di sini].
  2. Pedoman Pokok Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2019 di tingkat Pusat, Penyelenggaraan hendaknya memperhatikan hal berikut; (1) Pada tanggal 16 Agustus 2019 agar masyarakat mengikuti siaran langsung Pidato Kenegaran Presiden RI baik melalui berbagai channel media, (2) Pada tanggal 17 Agustus 2019 agar diselenggarakan upacara bendera terpusat di seluruh Ibukota Provinsi dan Ibukota Kabupaten/Kota disamping upacara bendera di setiap instansi/kesatuan masing-masing. (3) Penyelenggaraan acara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 dilaksanakan dengan berlandaskan pada tema dan logo yang sudah ditentukan, dirayakan secara khidmat dan penuh kemeriahan, memperhatikan situasi dan kondisi setempat.
  3. Perwakilan-perwakilan republik Indonesia di luar negeri agar menyesuaikan ketentuan-ketentuan tersebut di atas dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah duta besar atau kepala perwakilan RI.
Selain itu, Mensesneg juga menerbitkan surat nomor B-685/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2019 tentang Partisipasi Menyemarakkan Bulan Kemerdekaan menyampaikan tentang keturutsertaan untuk menyemarakkan bulan Agustus sebagai "Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, antara lain sebagai berikut:
  1. Mengibarkan Bendera Merah Putih serentak dilingkungan Instansi mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2019.
  2. Memasang umbul-umbul, dekorasi, atau hiasan lainnya.
  3. Memanfaatkan secara maksimal desain logo HUT Ke-74 Kemerdekaan RI yang dapat diunduh di laman setneg.go.id ke dalam berbagai media (website/media sosial instansi, stiker, kendaran dinas dan kendaraan jemputan, souvenir maupun merchandise instansi, dll.
Download File Lengkap Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2019 pada tautan berikut:
  1. Surat Edaran Penyempurnaan Tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 - [klik di sini]
  2. Surat Edaran Partisipasi Menyemarakkan Bulan Kemerdekaan Tahun 2019 - [klik di sini]
  3. Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara Nomor 174 tahun 2019 - Pembentukan Panitia Pelaksana HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 - [klik di sini]
  4. Pedoman Visual - [klik di sini]
  5. Pedoman Peringatan HUT RI Ke-74 Tahun 2019 - [klik di sini]
Demikian sajian informasi mengenai Pedoman, Tema dan Logo (revisi)  HUT RI 74 Tahun 2019 yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Memahami Jenis Kenaikan Pangkat PNS

Memahami Jenis Kenaikan Pangkat PNS || Kenaikan Pangkat PNS adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan terhadap Negara. Selain itu, kenaikan pangkat PNS juga dimaksudkan sebagai dorongan kepada Pegawai Negeri Sipil untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Oleh karena kenaikan pangkat merupakan penghargaan dan bukan hak, maka setiap penghargaan baru mempunyai nilai apabila kenaikan pangkat tersebut diberikan tepat pada orang dan tepat pada waktunya. Adapun kenaikan pangkat dilakukan secara periodik pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.

Secara umum, Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2002. Akan tetapi, setiap kementrian / lembaga masing-masing mempunyai peraturan turunan yang berbeda-beda.

Kenaikan Pangkat PNS secara umum dapat dibagi menjadi 5 (lima) jenis yaitu :
  1. Kenaikan Pangkat PNS Pilihan
  2. Kenaikan Pangkat PNS Reguler
  3. Kenaikan Pangkat PNS Anumerta
  4. Kenaikan Pangkat PNS Pengabdian
  5. Kenaikan Pangkat PNS Prajurit Wajib
Masing-masing jenis Kenaikan Pangkat PNS tersebut mempunyai sub jenis yaitu :

Kenaikan Pangkat PNS Pilihan

Khususnya, pemerintah memberikan kenaikan pangkat PNS pilihan bagi:
  1. PNS yang menduduki jabatan struktural
  2. PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu
  3. PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya
  4. PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara
  5. PNS yang diangkat menjadi pejabat Negara
  6. PNS yang memperoleh STTB/Ijazah
  7. PNS yang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu
  8. PNS yang telah selesai dan lulus tugas belajar
  9. PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh diluar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu
  10. PNS yang menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden
Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat di bawah jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu, dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi, apabila :
  1. telah 1 (satu) tahun dalam pangkat yang dimilikinya;
  2. sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan struktural yang didudukinya; dan
  3. setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2(dua) tahun terakhir.

Kenakan Pangkat PNS Reguler

Secara umum, kenaikan pangkat PNS reguler diberikan:
  1. bagi PNS yang tidak menduduki jabatan struktural atau fungsional
  2. bagi PNS yang melaksanakan tugas belajar
  3. bagi PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induk
Kenaikan pangkat reguler bagi Pegawai Negeri Sipil diberikan sesuai jenjang pendidikannya sampai dengan :
  1. Pengatur Muda, golongan ruang II/a bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar;
  2. Pengatur, golongan ruang II/c bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama;
  3. Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Pertama;
  4. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Atas 3 (tiga) tahun, Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Atas 4 (empat) tahun, Ijazah Diploma I, atau Ijazah Diploma II;
  5. Penata, golongan ruang III/c bagi yang memiliki Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Ijazah Diploma III, Ijazah Sarjana Muda, Ijazah Akademi, atau Ijazah Bakaloreat;
  6. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d bagi yang memiliki Ijazah Sarjana (S1) atau Ijazah Diploma IV;
  7. Pembina, golongan ruang IV/a bagi yang memiliki Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker dan Ijazah Magister (S2) atau Ijazah lain yang setara;
  8. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b bagi yang memiliki Ijazah Doktor (S3)

Kenaikan Pangkat PNS Anumerta

PNS yang dinyatakan tewas, diberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi. Yang dimaksud tewas adalah :
  1. Meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya.
  2. Meninggal dunia dalam keadaan lain yang ada hubungannya dengan dinasnya, sehingga kematian itu disamakan dengan meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya.
  3. Meninggal dunia yang langsung diakibatkan oleh luka atau cacat jasmani atau cacat rohani yang didapat dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya.
  4. Meninggal dunia karena perbuatan anasir yang tidak bertanggung jawab ataupun sebagai akibat tindakan terhadap anasir itu

Kenaikan Pangkat PNS Pengabdian

Kenaikan pangkat pengabdian diberikan bagi PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun, dapat diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, apabila memiliki masa bekerja sebagai PNS selama :
  1. Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun secara terus-menerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) bulan dalam pangkat terakhir.
  2. Sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun secara terus-menerus dan sekurang kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir.
  3. Sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun secara terus-menerus dan sekurang kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir.
Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam 1 (satu) tahun terakhir.


Kenaikan Pangkat PNS Prajurit Wajib
  1. PNS yang menjalankan dinas prajurit wajib dibebaskan dari jabatan organiknya dan tetap memiliki status sebagai PNS. Setelah selesai menjalani dinas prajurit wajib dan diberhentikan dengan hormat dari dinas prajurit wajib, yang bersangkutan diangkat kembali pada instansi semula dan diangkat dalam pangkat yang sekurang-kurangnya sama dengan pangkat terakhir yang dimilikinya sebelum menjalankan dinas prajurit wajib.
  2. PNS selama menjalani dinas prajurit wajib tidak diberikan kenaikan pangkat. Pemberian pangkatnya dapat dipertimbangkan pada saat pengangkatan kembali pada instansi induknya setelah ia selesai menjalankan dinas prajurit wajib dengan memperhitungkan penuh masa kerja selama menjalankan dinas prajurit wajib dan dengan memperhatikan pangkat yang dimilikinya sebagai prajurit wajib.
Demikian sajian informasi mengenai Jenis Kenaikan Pangkat PNS yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Juklak Program Indonesia Pintar (PIP) 2019

Juklak Program Indonesia Pintar (PIP) 2019 || Petunjuk Pelaksanaan yang selanjutya disebut  Juklak Penyaluran Bantuan Sosial Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2019 dipandang perlu diterbitkan lagi sebagai penyempurnaan dari Juklak PIP yang pernah diterbitkan tahun 2018. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan tugas dan kewenangannya melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP) memiliki tujuan untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah dan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out).

Silahkan Download

Program Indonesia Pintar (PIP) bukan hanya untuk peserta didik pada satuan pendidikan formal atau sekolah saja, namun juga berlaku bagi peserta didik pada satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Tujuan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah untuk membantu biaya personal pendidikan bagi peserta didik miskin atau rentan miskin yang masih terdaftar sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peserta didik menggunakan biaya personal tersebut untuk:
  1. Membeli buku dan alat tulis.
  2. Membeli pakaian seragam sekolah / praktik dan perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas dan sejenisnya.
  3. Membiayai transportasi peserta didik ke sekolah.
  4. Uang saku peserta didik.
  5. Biaya kursus / les atau pelajaran tambahan bagi peserta didik pada satuan pendidikan formal.
  6. Biaya praktik tambahan dan biaya magang atau penempatan kerja.
Silahkan Download

Peserta Didik menerima dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebanyak 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran.  Nilai bantuan setiap peserta didik baik pada satuan pendidikan formal maupun nonformal berbeda untuk setiap jenjangnya.

Demikian sajian informasi mengenai Juklak PIP 2019 yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top