TozSugianto

TozSugianto

TozSugianto

Download Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi

Download Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi || PKP Berbasis Zonasi adalah kegiatan proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Pelaksanaan PKP Berbasis Zonasi dilakukan secara tatap muka dengan pola In-On-In, dimana kegiatan pembelajarannya dilakukan sebagian secara tatap muka dan sebagian dilakukan secara mandiri. Kegiatan In-Service Learning (In) adalah pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara peserta dengan GI sebagai fasilitator. Kegiatan On-the-Job Learning (On) merupakan kelanjutan proses pembelajaran dari kegiatan In. Pada saat On peserta melakukan pendalaman materi dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan pada saat In.

Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi bagi guru sasaran menggunakan pola 82 Jam Pelajaran (JP) @45 menit, dengan struktur program sebagai berikut.

Materi Umum:
  1. Kebijakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi
  2. Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, PPK, dan GLN
Materi Pokok:
  1. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS
  2. Penilaian Berorientasi HOTS
  3. Praktik Mengajar
  4. Laporan Best Practice
Materi Pendukung:
     Rencana Tindak Lanjut

Baca Juga; Juknis Program PKP Berbaasis Zonasi - [klik di sini]

Untuk mendukung teknis pelaksanaan pola In-On-In, penyelenggara menyediakan Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi. Sebagai bahan pelengkap referensi, berikut disajikan Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi yang bisa di-DOWNLOAD pada tautan/link di bawan ini;
1. Modul Materi PKP untuk Guru TK - [klik di sini]
2. Modul Materi PKP untuk Guru SD - [klik di sini]  
3. Modul Materi PKP untuk Guru SMP - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Memahami Program PKP Berbasis Zonasi

Memahami Program PKP Berbasis Zonasi || Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi merupakan program tindak lanjut dari program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) bertujuan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, Peningkatan Kompetensi Pembelajaran guru akan dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan bimbingan para guru inti yang sudak mendapaktan ToT sebelumnya.

Implementasi program PKP akan berpusat pada kegiatan di zonasi, dimana guru akan melakukan peningkatan kompetensi di zonanya masing-masing, guru tidak lagi dikumpulkan di kabupaten/kota dalam waktu tertentu dan meninggalkan kelas.

Guru nantinya akan bisa melaksanakan peer teaching pada kegiatan kelompok kerja, serta peer learning sesama guru dalam zonasinya. Selain itu, kerjasama antara guru secara berkomunitas (community learning), serta kepala sekolah dan pengawas sekolah saling bertukar pengalaman. Pelatihan dilakukan berdasarkan pendekatan masalah yang berawal dari refleksi diri dan analisis hasil UN/USBN serta ujian sekolah.

Materi dalam kegiatan PKP Berbasis Zonasi sebagai berikut :
  1. Materi kebijakan meliputi; Program PKB melalui PKP Berbasis Zonasi, integrasi PPK, Gerakan Literasi Nasional (GLN), dan pembelajaran berorientasi HOTs,
  2. Pendampingan oleh Pengawas/Kelapa Sekolah kepada Guru Sasaran (IN) selama lima kali kegiatan,
  3. Post Test dilaksanakan secara online di TUK/PB yang memiliki fasilitas secara online,
  4. Pengawasan dan pelaksanaan Post Test oleh Guru Inti.
Pola Program PKP Berbasis Zonasi sebagai berikut;
  1. Pelaksanaan In (in service learning). Kegiatan In, peserta dan fasilitator (Guru Inti) melakukan pertemuan tatap muka di pusat zona/pusat belajar yang telah ditetapkan. Sikap peserta selama kegiatan dinilai oleh fasilitator (Guru Inti) sebagai salah satu unsur penilaian. Materi berupa; teori, praktik, serta tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta.
  2. Pelaksanaan On (on the job learning). Kegiatan On, ialah guru yang telah mengikuti kegiatan In-1 dan In-2. Keggiatan On dilakukan di sekolah masing-masing kurang lebih 1 minggu (setara 10 JP, dengan asumsi 2 JP/hari). Hasil kegiatan On disesuaikan dengan praktik, dengan dibuktikan tagihan yang harus dikerjakan.
  3. Pelaksanaan Post Test. Dilaksanakan secara online di TUK/PB yang memiliki fasilitas secara online.
Untuk memahami lebih lengkap mengenai Program PKP Berbasis Zonasi, silahkan baca Juknis Program PKP Berbasis Zonasi - [klik di sini]

Demikian Pengertian Program PKP Berbasis Zonasi yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Download Juknis Program PKP Berbasis Zonasi

Download Juknis Program PKP Berbasis Zonasi || Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan dalam hal ini peserta didik. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pembelajaran berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi peserta didik ditentukan oleh faktor guru. Untuk senantiasa menjaga profesionalitasnya, guru harus senantiasa meng-update dirinya dengan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jika program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dikembangkan oleh Ditjen GTK sebelumnya, yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada peningkatan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogi dan profesional, maka Program PKP Berbasis Zonasi lebih berfokus pada upaya memintarkan siswa melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Petunjuk Teknis Program PKP ini terdiri dari lima bab, yaitu: Bab I Pendahuluan, Bab II Gambaran Umum, Bab III Pelaksanaan Program, Bab IV Monitoring, Evaluasi, Sertifikat, dan Pelaporan, dan Bab V Penutup.

Silahkan Download Petunjuk Teknis - Juknis Program PKP - pada tautan di bagian akhir tulisan ini.

Petunjuk Teknis Program PKP ini disusun untuk memberikan rambu-rambu bagi para pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi. Petunjuk Teknis (Juknis) ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua pihak, baik penyelenggara, pengguna, dan pihak lain atau pemangku kepentingan untuk:
  1. Merencanakan dan melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi bagi guru.
  2. Mengelola peningkatan kompetensi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Klik di Sini untuk Download Petunjuk Teknis (Juknis) Program PKP Berbasis Zonasi.
Klik di Sini untuk Download Modul Materi Program PKP Berbasis Zonasi.

Demikian sajian informasi mengenai Juknis Program PKP Berbasis Zonasi yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Persyaratan Pendaftaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019

Persyaratan Pendaftaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019 || Direktorat Jenderal GTK Kemdikbud kembali membuka pendaftaran seleksi kemampuan akademik calon peserta Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) untuk guru PNS maupun Non PNS. Hal ini berdasar pada Surat Edaran Ditjen GTK Nomor 8963/B.B1.1/PR/2019 tanggal 24 September 2019 tentang seleksi kemampuan akademik tahun 2019. Berikut ini disajikan Kategori dan Persyaratan Pendaftaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019.

A. Kategori
Calon peserta adalah Guru Tetap di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan kriteria sebagai berikut.
  1. Belum pernah mengikuti Seleksi Kemampuan Akademik.
  2. Telah mengikuti Seleksi Kemampuan Akademik, namun belum mencapai nilai minimum yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti.
  3. Telah mengikuti Seleksi Kemampuan Akademik, namun mengalami perubahan pilihan bidang studi PPG.
B. Persyaratan
Calon peserta wajib memenuhi Persyaratan Pendaftaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019 sebagai berikut.
  1. Guru Tetap yaitu guru yang status kepegawaiannya PNS dan Non PNS serta Guru Tetap Yayasan (GTY) yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau diangkat oleh yayasan berdasarkan perjanjian kerja di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau masyarakat yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Terdaftar pada Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Diangkat sebagai guru sampai dengan 31 Desember 2015.
  4. Memiliki NUPTK.
  5. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi, dibuktikan dengan scan ijazah S-1/ D-IV dan sesuai dengan bidang studi pada PPG yang akan diikuti.
  6. Berusia setinggi-tingginya 57 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2019.
  7. Sehat jasmani dan rohani.
Untuk mendapatkan File Lengkap Surat Edaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019 silahkan Download - [klik di sini]

Hal lain yang perlu diketahui seleksi/pretest tahun 2019 kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya guru menunggu undangan dari SIM PKB, untuk kali ini guru harus mendaftarkan diri dengan mengunggah (upload) berkas ke website yang telah ditentukan. Ini berarti harus ada upaya proaktif dari guru sendiri sehingga jangan sampai terlewat batas waktu pendaftaran yang sudah ditentukan.

Demikian sajian informasi mengenai Persyarata Pendaftaran Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2019 yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Download Panduan dan Instrumen / Kuisioner PMP Daring 2019

Download Panduan dan Instrumen / Kuisioner PMP Daring 2019 || Sebagaimana telah diketahui bahwa Pemetaan Mutu Pendidikan atau PMP adalah kegiatan yang dilakukan Kemdikbud untuk mendapatkan Peta Mutu Pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menjaring informasi melalui responden yang terkait langsung dengan proses pendidikan di sekolah yaitu, Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Setelah website  Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) dibuka secara resmi, Kepala Sekolah melalui Operator Pendataan di sekolah mengkoordinir pelaksanaan entry kuisioner Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) secara online. Pengisian dilakukan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite Sekolah, dan Pengawas Sekolah melalui akun (email dan password) masing-masing.

Baca Juga:
Cara Mengisi Kuisioner PMP Daring 2019 - [klik di sini]

Data PTK, Siswa, Sarpras, dan Pengelolaan (Biaya) dalam akun Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) diambil  diambil secara otomatis melalui koneksi online dari Dapodik, untuk itu diharapkan pengisian Dapodik hendaknya sudah tepat dan benar.

Entry Kuisioner PMP secara online dibatasi waktu, selain itu juga kelancarannya akan dipengaruhi oleh padatnya trafic di server serta kualitas jaringan provider.

Sebelum mengisi kuisioner PMP, berikut disajikan file lengkap informasi tentang PMP 2019 yang bisa diunduh/didownload pada tautan di bawah ini;
  1. Pengenalan Aplikasi - [klik di sini]
  2. Pengenalan Aplikasi_rev - [klik di sini]
  3. Instrumen Pemut 2019_1 - [klik di sini]
  4. Pengenalan Aplikasi - [klik di sini]
  5. Evaluasi Pelaksanaan Pemut - [klik di sini]
Silahkan Unduh Download Instrumen Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) 2019 pada tautan berikut;
  1. Instrumen Pemetaan Tahun 2019 SD - [klik di sini]
  2. Instrumen Pemetaan Tahun 2019 SMP - [klik di sini]
  3. Instrumen Pemetaan Tahun 2019 SMA - [klik di sini]
  4. Instrumen Pemetaan Tahun 2019 SMK - [klik di sini]
Demikian sajian informasi mengenai Panduan dan Instrumen / Kuisioner PMP Daring 2019 yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Memahami Cara Menghitung Masa Kerja PNS

Memahami Cara Menghitung Masa Kerja PNS || Sebagaimana telah diketahui bahwa masa kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu ada dua macam yaitu Masa Kerja Golongan (MKG) dan Masa Kerja Keseluruhan (MKK). Masa Kerja Golongan  dihitung dari masa kerja yang tertulis pada SK Kenaikan Pangkat Terakhir sampai dengan bulan / tahun berjalan. Sedangkan Masa Kerja Keseluruhan dihitung mulai seorang pegawai diangkat menjadi  CPNS. Berikut disajikan cara menghitung Masa Kerja PNS baik  Masa Kerja Golongan maupun Masa Kerja Keseluruhan.

Cara Menghitung Masa Kerja Golongan (MKG)

CONTOH  :  Seorang  PNS punya SK Kenaikan Pangkat terakhir : 01 April 2010 dengan masa kerja golongan ( tercantum dalam SK ) 15 tahun 06 bulan. Cara Menghitung Masa Kerja Golongan Pada Bulan April Tahun  2017 adalah :
01  –  10  –  2017  
01  –  04  –  2010  _  dikurangi
00  –  06  –  0007     Hasilnya adalah 7 tahun 6 bulan

Jadi…..
15  tahun  06 bulan  
07  tahun  06 bulan  +  ditambah
22   tahun 12 bulan atau 23 tahun 0 bulan
Jadi hasilnya: Masa Kerja Golongan PNS tersebut pada 01 Oktober  2017 adalah 23 tahun 00 bulan.


Cara Menghitung Masa Kerja Keseluruhan (MKK)

Dihitung mulai TMT CPNS sampai dengan bulan terakhir penghitungan, ditambah dengan masa kerja yang diperoleh saat pengangkatan. CONTOH  :  Seorang  PNS mempunyai  SK  CPNS  TMT : 01 Januari 1986, dengan masa kerja diperoleh sebelumnya ( tercantum ) dalam SK cpns 03  tahun  04  bulan. Berapa masa kerja keseluruhan PNS tersebut pada 01 September 2017 Cara Menghitung Masa Kerja Keseluruhan adalah sebagai berikut :
01  –  09  –  2017
01  –  01  –  1986  _  dikurangi
00  –  08  –  0031       

Jadi pada 01-09-2017 PNS tersebut masa kerja keseluruhannya adalah: 31 tahun 08 bulan, ditambah dengan masa kerja sebelumnya ( 03 tahun 04 bulan ).

31 tahun 08 bulan
03 tahun 04 bulan   +  ditambah
34 tahun 12 bulan atau 35 tahun 00 bulan

Jadi hasilnya, pada 01-09-2017 PNS tersebut masa kerja keseluruhannya adalah: 35 tahun 00 bulan

Apabila seorang PNS mengajukan Peninjauan Masa Kerja dan disetujui oleh yang berwenang, maka masa kerjanya otomatis juga akan bertambah.
  1. Seorang PNS Golongan I / d naik pangkat ke Golongan II / a masa kerja golongannya akan dikurangi 6 ( enam ) tahun. Contoh :  Gol. I/d MKG 16 tahun 1 bulan, bila naik pangkat ke gol. II/a maka MKG-nya menjadi 10 tahun 1 bulan
  2. Sedangkan seorang  PNS Golongan  II/ d yang naik pangkat ke Golongan III / a Masa Kerja Golongannya akan dikurangi 5 ( lima) tahun. Contoh : gol. II/d MKG 22 tahun 7 bulan, bila naik pangkat ke Gol. III/a maka MKG-nya menjadi 17 tahun 7 bulan.
Demikian sajian informasi mengenai Memahami Cara Menghitung Masa Kerja PNS yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top
close