Toz Sugianto

Toz Sugianto

Info Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019

Info Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019 || Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama akan kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Pendaftaran PBSB Tahun 2019 ini akan dibuka dari 1 - 30 April dan berbasis online. Menurut Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Kemenag, tahun 2019 PBSB menyiapkan 173 kouta yang tersebar di 14 Perguruan Tinggi di Indonesia dan empat Mahad Aly. Sebanyak 153 kuota untuk 14 Perguruan Tinggi Agama Islam dan umun di Indonesia, dan 20 kuota untuk empat Mahad Aly. Pengumuman resmi pendaftaran PBSB 2019 akan disampaikan pada pertengahan Maret 2019 berikut juklak dan juknisnya.

Pahami lebih dalam; Tentang PBSB Kementrian Agama - [klik di sini]

Berikut ini daftar Perguruan Tinggi mitra Kemenag pada PBSB 2019:
1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2. UIN Sunan Gunungjati Bandung
3. UIN Walisongo Semarang
4. UIN Sunan Ampel Surabaya
5. UIN Sunan Kalijaga Yogya
6. UIN Mualana Malik Ibrahim Malang
7. UIN Alauddin Makassar
8. Universitas Gajah Mada (UGM)
9. Institut Pertanian Bogor (IPB)
10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
11. Universitas Diponegoro (UNDIP)
12. Universitas Al Azhar Indonesia
13. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
14. Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura
15. Ma'had Aly PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo Jatim
16. Ma'had Aly Kebon JambuPP Babakan Ciwaringin Cirebon
17. Ma'had Aly Hasyim Asy'ary PP Tebuireng Jatim
18. Ma'had Aly As'adiyah Sengkang Sulsel

Sambil menunggu keluarnya Juknis PBSB 2019, silahkan pahami dulu Juknis sebelumnya.
Download; Juknis Pelaksanaan PBSB 2019 - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Info Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!! ...

Mengenal Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama

Mengenal Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama || Pendidikan nasional saat ini sedang menghadapi banyak tantangan dan permasalahan yang tidak sedikit. Berbagai kebijakan dan program telah banyak ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dalam lingkup pendidikan Islam di Indonesia. Kebijakan pengembangan pendidikan Islam diarahkan pada tiga aspek, yaitu: perluasan akses, peningkatan mutu dan daya saing, serta tata kelola pendidikan.

Perluasan akses merupakan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan. Peningkatan mutu dan daya saing juga merupakan upaya terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan disemua jenis dan jenjang pendidikan. Sedangkan peningkatan tata kelola merupakan upaya penataan kelembagaan pendidikan Islam agar bermutu, berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu usaha pemerataan akses dan peningkatan mutu serta daya saing tersebut, diselenggarakannya Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama. Program ini merupakan upaya untuk mempercepat ketertinggalan eksistensi pondok pesantren di bidang sains dan teknologi untuk penguatan tafaqquh fiddin. Manfaat program ini diharapkan menjadi pionir pemberdayaan masyarakat (community development) di lingkungan pondok pesantren.

PBSB untuk pertama kalinya dimulai pada tahun 2005. Semula hanya bermitra dengan 2 (dua) pergurun tinggi, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Sampai dengan tahun 2019 sudah ada 14 Perguruan Tinggi dan 4 Ma’had Aly. - [cek di sini]

Indikator keberhasilan program ini adalah munculnya ekspektasi dan animo kalangan pesantren yang sangat tinggi untuk mengikuti PBSB. Program ini dapat menjaring dan memfasilitasi santri berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh studi di perguruan tinggi ternama. Hal tersebut secara tidak langsung mampu mengubah citra pondok pesantren lebih berkualitas.

Download; 
Info Awal PBSP 2019 - [klik di sini]
Juknis Pengelolaan PBSB - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!! ...

Mengenal Sirkuit Mandalika; Sirkuit Balapan MotoGP Indonesia

Mengenal Sirkuit Mandalika; Sirkuit  Balapan MotoGP Indonesia || Impian masyarakat pecinta MotoGP Indonesia untuk menyaksikan balapan MotoGP di negeri sendiri akan terwujud mulai tahun 2021. Balapan yang ditunggu-tunggu pencinta MotoGP di Indonesia itu akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengembang kawasan Mandalika yaitu PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC mengaku telah melakukan kontrak dengan Dorna, pihak penyelenggara MotoGP. Kontrak yang ditandatangani berdurasi tiga tahun, yaitu pada 2021-2023. Pembangunan sirkuit MotoGP ini akan dimulai pada kuartal keempat 2019, tepatnya pada Oktober.

Untuk pembangunan Sirkuit Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau  ITDC menggunakan infrastruktur dasar seperti jalan, sedangkan untuk pengembangannya, ITDC bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Vinci Construction Grands Project, untuk melapisi jalan sirkuit, pembangunan fasilitas dan pengembangan kawasan sekitar sirkuit. Pembangunan sirkuit sendiri akan memakan waktu sekitar 6 hingga 9 bulan.


Sirkuit Mandalika digadang akan berbeda. Jika biasanya setelah balapan selesai sirkuit kosong, sirkuit Mandalika justru tetap beroperasi sebagai jalan raya yang dilalui kendaraan umum.Sirkuit jalan akan dibangun dari nol, tidak seperti trek di Singapura dan Monako yang memanfaatkan jalanan yang sudah ada. Sirkuit Jalan Raya Mandalika ini akan tercatat sebagai Sirkuit Jalan Raya Pertama dalam balapan MotoGP.

Sirkuit Mandalika akan memiliki panjang 4,32 km. Sirkuit tersebut memiliki satu lintasan lurus, yang sepertinya akan menjadi garis start/finis. Sirkuit akan terdiri dari 18 tikungan. Belum diketahui apakah arah putaran sama dengan jarum jam atau justru berkebalikan. Beberapa sirkuit MotoGP yang arah putarannya berkebalikan dengan jarum jam adalah Austin, Aragon, dan Phillip Island.

Untuk sarana penunjang, area paddock akan memiliki 40 garasi untuk operasional tim balap. Sementara kapasitas grand stand mencapai 93.200 tempat duduk. Itu belum termasuk 138.700 area tanpa tempat duduk dan hospitality suites yang mampu menampung 7.700 penonton. Selain fasilitas utama sirkuit, akan dibangun pula resort mewah di sekitar sirkuit untuk menunjang pariwisata, Paramount Lombok Resort & Residence. Targetnya, resort ini sudah bisa mengoperasikan lebih dari 400 kamar. Sebelumnya hotel Royal Pullman dan Royal Tulip juga sudah dibangun di Mandalika.

Demikian sajian informasi mengenai Sirkuit Mandalika; Sirkuit Balapan MotoGP Indonesia yang dapat disajikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!! ...

Memahami 5 Warna Kertas Suara Pemilu 2019

Memahami 5 Warna Kertas Surat Suara Pemilu 2019 || Pesta Demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019. Pemilu tahun 2019 ini sangat berbeda dengan Pemilu yang pernah diselenggarakan di Indonesia sebelumnya. Perbedaan tersebut karena Pemilu tahun 2019 merupakan Pemilu Gabungan antara Pemilihan Anggota Legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan sekaligus secara bersamaan.

Sehubungan dengan hal tersebut maka jumlah Kertas Surat Suara yang harus dicoblos oleh Warga Negara Indonesia yang sudah terdaftar sebagai Pemilih sebanyak 5 lembar dengan warna yang berbeda. Khusus di Provinsi DKI Jakarta, Kertas Surat Suara hanya berjumlah 4 lembar karena tidak ada DPRD Kabupaten/Kota. Pemilihan warna ini dimaksudkan untuk mempermudah Pemilih dalam melaksanakan Pencoblosan Kertas Surat Suara dan memasukkannya pada Kotak Suara. Pemilihan warna ditetapkan berdasarkan Keputusan KPU Republik Indonesia, tentang desain kertas surat suara dan desain alat bantu coblos (template) bagi pemilih tunanetra pada Pemilu Tahun 2019. Berikut adalah penjelasan tentang 5 warna Kertas Surat Suara Pemilu 2019:

Pertama, warna  Abu-Abu untuk Surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden berisi Foto dan Nomor Urut Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Surat Suara ini berbentuk lembaran empat persegi panjang yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam.

Kedua, warna Kuning adalah surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia(DPR RI), sesuai dengan jumlah Daerah Pemilihan Anggota DPR.
Surat suara ini meiliki ukuran 51 x 82 cm, jenis kertasnya HVS 80 gram, berbentuk lembaran empat persegi panjang yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat foto dari calon anggota DPR RI, hanya urutan nama calon saja.

Ketiga, warna Merah adalah surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) terdapat Sembilan kategori ukuran. Surat suara Pemilu Anggota DPD berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal/horizontal terdiri dari dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan terdapat foto dari setiap calon anggota DPD RI.

Keempat,  warna Biru merupakan surat suara Pemilu untuk untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi) sesuai dengan jumlah Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi. Surat suara ini berukuran 51 x 82 cm, jenis kertasnya hvs 80 gram, berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal terdiri dari dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat photo dari calon anggota DPRD Provinsi, hanya nomor urut dan nama saja.

Kelima, warna Hijau adalah surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota) sesuai dengan jumlah Daerah Pemilihan Anggota DPRD Kabupaten/Kota. Surat suara ini berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal terdiri dari 2 dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat foto dari calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, hanya nomor urut dan nama saja.

Demikian sajian informasi mengenai Memahami 5 Warna Kertas Surat Suara Pemilu 2019 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat !!! ...

Mendikbud; Sekolah Boleh Pungut Dana Operasional Pendidikan

Mendikbud; Sekolah Boleh Pungut Dana Operasional Pendidikan || Hal yang di satu sisi menggembirakan dan pada sisi lain juga mesa menimbulkan kekhawatiran yaitu masalah dibolehkannya kembali sekolah melakukan pungutan biaya untuk kepentingan operasional pendidikan. Sebagaimana dilansir www.mediaindonesia.com bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan pihak sekolah boleh melakukan pungutan terhadap orangtua siswa demi terwujudnya operasional pendidikan yang maksimal. Hal ini ditegaskan Mendikbud sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.

Pernyataan teersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat mengomentari adanya kepala sekolah yang ditangkap Tim Sapu Bersih (saber) Pungutan Liar (pungli) karena diduga melakukan pungli. Pada kesempatan tersebut, Mendikbud juga menjelaskan bahwa pihak sekolah diperbolehkan melakukan pungutan resmi yang kriterianya tercantum dalam aturan tersebut. Dengan merujuk pada pungutan yang diperbolehkan berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dipastikan tidak semua pungutan dari sekolah bisa dikategorikan “pungutan liar”. 

Oleh karena itu, Mendikbud Muhadjir Effendy memastikan pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada pihak sekolah yang memberlakukan pungutan resmi tetapi dianggap melakukan pungli oleh aparat penegak hukum. Untuk itu, Mendikbud Muhadjir Effendy menghimbau kepada pihak sekolah agar mengikuti aturan yang ada dalam menarik pungutan dari orang tua siswa. 

Dalam pelaksanaannya, pungutan tersebut dikoordinasikan secara teknis melalui pengurus Komite Sekolah. Selain itu sebelumnya diupayakan semaksimal mungkin menghitung kecukupan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sumber dana lainnya, jika masih terdapat kekurangan, lakukan koordinasi dengan Komit Sekolah untuk diupayakan mendapatkan bantuan dana tambahan dari orang tua siswa dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi yang sangat intensif.

Demikian sajian informasi mengenai Mendikbud; Sekolah Boleh Pungut Dana Operasional Pendidikan yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat !!! ...

Silahkan Masukkan email - untuk Berlangganan

Back To Top