Memahami STEM Sebagai Model Pembelajaran

Memahami STEM Sebagai Model Pembelajaran || STEM merupakan singkatan dari sebuah pendekatan pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics. Pakar pendidikan Torlakson (2014) menyatakan bahwa pendekatan dari keempat aspek ini merupakan pasangan yang serasi antara masalah yang terjadi di dunia nyata dan juga pembelajaran berbasis masalah. Pendekatan ini mampu menciptakan sebuah sistem pembelajaran secara kohesif dan pembelajaran aktif karena keempat aspek dibutuhkan secara bersamaan untuk menyelesaikan masalah. Solusi yang diberikan menunjukkan bahwa peserta didik mampu untuk menyatukan konsep abstrak dari setiap aspek.

Sebuah pendapat menyatakan bahwa STEM adalah pendekatan interdisipliner untuk mempelajari berbagai konsep akademik yang disandingkan dengan dunia nyata  dengan menerapkan prinsip-prinsip sains, matematika, rekayasa dan teknologi ; yang menghubungkan antara sekolah, komunitas, pekerjaan, dan dunia global, memberikan ruang untuk pengembangan STEM literasi, dan dengannya memiliki kemampuan untuk bersaing dalam dunia ekonomi baru.

Menurut pendapat lain STEM adalah Suatu basis kurikulum yang idenya adalah mendidik Peserta didik dalam 4 disiplin ilmu: sains, teknologi, engineering, dan matematika secara pendekatan interdisipliner, menyajikan paradigma pembelajaran yang kohesif  dengan basis aplikasi pada dunia nyata/alam.

Secara umum tujuan dan manfaat dari model pembelajaran STEM yang diharapkan, antara lain :
  1. Mengasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif, logis, inovatif dan produktif
  2. Menanamkan semangat gotong royong dalam memecahkan masalah
  3. Mengenalkan perspektif dunia kerja dan mempersiapkannya.
  4. Memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dan mengomunikasikan solusi yang inovatif
  5. Media untuk menumbuhkembangkan kemampuan menemukan dan menyelesaikan masalah.
  6. Media untuk merealisasikan kecakapan abad 21 dengan menghubungkan pengalaman kedalam proses pembelajaran melalui peningkatan kapasitas dan kecakapan peserta didik
  7. Standar Literasi Teknologi
Perlu diketahui pula bahwa terdapat 3 pendekatan yang digunakan dalam model pembelajaran STEM, yaitu :
  1. Pendekatan Silos, dimana setiap disiplin STEM diajarkan secara terpisah untuk menjaga domain pengetahuan dalam batas-batas dari masing-masing disiplin, contohnya seperti permainan jams session, dimana hanya satu alat music yang dominan
  2. Pendekatan embedded, lebih menekankan untuk mempertahankan integritas materi pelajaran, bukan fokus pada interdisiplin mata pelajaran, materi pada pendekatan tertanam tidak dirancang untuk dievaluasi atau dinilai, contohnya seperti permainan music organ tunggal, dimana semua alat music ada pada organ.
  3. Pendekatan integrated, dimana setiap bidang STEM diajarkan seolah-olah terintegrasi dalam satu subjek, contohnya adalah group band music.
Baca Juga;
Aplikasi Model STEM Dalam Pembelajaran - [klik di sini]

Demikian sajian informasi menganai Memahami STEM Sebagai Model Pembelajaran yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semga Bermanfaat !!! ...

Labels: Pendidikan

Thanks for reading Memahami STEM Sebagai Model Pembelajaran. Please share...!

0 Komentar untuk "Memahami STEM Sebagai Model Pembelajaran"

Your comment for me, please!

Back To Top
close