Arah Kurikulum PAUD di Indonesia

Arah Kurikulum PAUD di Indonesia || Asosiasi nasional untuk anak usia dini di Amerika yang lebih dikenal dengan nama National Asociation Early Child Years (NAECY) memberi batasan lingkup kurikulum sebagai berikut:
1. Kurikulum berisi materi yang dipelajari anak
2. Kurikulum adalah proses yang diikuti oleh anak mencapai tujuan yang ditetapkan
3. Kurikulum berisi dukungan guru kepada anak untuk mencapai tujuan
4. Kurikulum perpaduan ketika proses belajar dan mengajar terjadi

Lebih lanjut NAECY menjabarkan ciri-ciri kurikulum PAUD yang baik adalah sebagai berikut:
  1. Direncanakan dengan sangat hati-hati
  2. Menarik
  3. Melibatkan banyak pihak
  4. Sesuai dengan perkembangan anak
  5. Menghargai budaya dan bahasa yang digunakan anak
  6. Menyeluruh, mencakup seluruh aspek perkembangan
  7. Mengarahkan pada capaian keluaran yang positif untuk semua anak
  8. Dikembangkan berdasarkan atas hasil penelitian
  9. Menekankan pada keterlibatan guru dan anak secara aktif
  10. Memperhatikan pada aspek sosial dan keterampilan memenuhi aturan
  11. Menerapkan cara penilaian mutu, efektivitas guru, dan anak
  12. Anak melakukan secara aktif
  13. Pembelajaran konsep mengarahkan anak untuk memahami dan menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar
  14. Menekankan pada pembelajaran yang bermakna dan berkesesuaian
Dari paparan ciri dan lingkup kurikulum, jelas bahwa kurikulum bukan hanya dokumen yang berisi rencana pembelajaran sesuai dengan perkembangan anak, tetapi juga mencakup tujuan, konsep-konsep yang dikenalkan untuk memperluas pengalaman belajar anak, proses yang dilakukan untuk membangun pengalaman bermakna, penilaian sebagai kendali mutu untuk melihat ketercapaian tujuan, keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat yang mendukung dan memastikan kesesuaian kurikulum dengan agama, nilai moral, sosial, dan budaya setempat.

Ciri kurikulum yang baik tentu bukan hanya untuk kalangan pendidik anggota NAECY, tetapi berlaku universal yang berarti juga sebagai ciri umum dari sebuah kurikulum pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan untuk mendorong berkembangnya potensi anak agar memiliki kesiapan untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Memaknai kesiapan menempuh pendidikan selanjutnya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan anak dalam mengikuti pendidikan di jenjang lebih tinggi. Kemampuan yang dimaksud terdiri atas kemampuan sikap, kemampuan pengetahuan,
dan kemampuan keterampilan.

Kemampuan sikap meliputi sikap spiritual dan sikap sosial. Kedua sikap ini membangun kesadaran anak bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan Tuhan, seorang individu yang memiliki kemampuan untuk pengembangan diri, dan bagian dari kelompok sosialnya. Pengembangan kemampuan sikap dilaksanakan melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus sehingga muncul sikap dari menerima, merespons, memahami, menerapkan, hingga akhirnya menjadi perilaku yang membentuk karakter tangguh sebagai penentu masa depan.

Pengembangan kemampuan pengetahuan dilakukan dengan mengenalkan konsep-konsep tentang diri dan lingkungannya, baik lingkungan mikro, messo, maupun makro. Merujuk pada tahap kognitif yang dikemukakan Bloom, proses pengenalan konsep dimulai dengan mengenal atau mengingat konsep – memahami – menerapkan – menganalisa – mengevaluasi – hingga menciptakan dari sebuah konsep menjadi hasil karya yang bermakna. Proses pengembangan kemampuan tersebut disesuaikan dengan tahap perkembangan berpikirnya anak usia dini yang masih berada di tahap berfi kir pra-operasional.

Kemampuan keterampilan dikembangkan untuk mendukung kemampuan sikap dan kemampuan pengetahuan. Keterampil an untuk mendukung kemampuan sikap diterapkan melalui proses pembiasaan yang diawali dengan mengenalkan suatu sikap yang akan dibangun agar anak: (1) mengetahui hal-hal yang baik (knowing the good), kemudian anak diajak untuk (2) memikirkan apa untungnya jika sikap baik tersebut diterapkan dan kerugian bila sikap baik tersebut ditinggalkan (thinking the good), langkah berikutnya anak diajak (3) merasakan manfaat bila perilaku baik itu diterapkan (feeling the good), dan guru bersama anak (4) melakukan perilaku yang baik (acting the good.) sebagai contoh baik, dan akhirnya anak (5) dibiasakan untuk menerapkan sikap baik dalam setiap kesempatan (habituating the good).

Kemampuan keterampilan untuk mendukung pengetahuan diterapkan melalui proses saintifik. Proses saintifi k atau dalam kurikulum ini sering disebut pendekatan saintifik yang bertujuan untuk membangun pola berpikir yang sistematis dengan rangkaian proses yang saling berkesinambungan dari yang paling konkrit berkembang menjadi karya nyata sebagai hasil olah pikir tingkat tinggi. Keterampilan berpikir saintifi k diterapkan dalam proses pembelajaran yang dimulai dengan:
  1. mengamati dengan menggunakan seluruh alat indera sehingga merasakan sensasi yang ditimbulkan dari benda tersebut kemampuan berpikir,
  2. menanya sebagai proses memberi ruang kepada anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap benda yang diamatinya. Rasa ingin tahu sebagai pendorong bagi anak untuk melakukan langkah berikutnya,
  3. mengumpulkan informasi sebagai cara untuk menjawab rasa keingintahuannya. Proses pengumpulan informasi dilakukan dengan melibatkan seluruh sumber belajar yang ada di lingkungan, tidak hanya terbatas dari guru, tetapi dapat dari buku, internet, orang tua, pelaksana profesi, dan sebagainya.
  4. menalar, yakni mengolah informasi yang sudah terkumpul untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul sebelumnya. Proses menalar merupakan bagian penting dalam rangka membangun pengetahuan baru yang dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Hasil proses menalar anak memiliki pemahaman baru tentang suatu konsep.
  5. mengomunikasikan gagasan dan pemahaman tentang pengetahuan tentang konsep baru yang dituangkan ke dalam berbagai hasil karya berupa lisan, seni, balok, dan lainnya.

Dapat disimpulkan secara sederhana bahwa Kurikulum 2013 PAUD mengembangkan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai satu komponen yang saling terkait dan tidak dapat terpisahkan. Setiap subkomponen tersebut memiliki fokus arahan dan bila disatukan membangun kompetensi lulusan PAUD yang memiliki kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pembentukan sikap diarahkan membangun kemampuan fungsi eksekutif (executive function) yang ditenggarai dengan (1) kemampuan memori kerja otak dalam mengatur kemampuan mempertahankan dan mengelola informasi berbeda dalam waktu singkat. (2) fleksibilitas mental yang membantu mempertahankan respons dari tuntutan yang berbeda dalam waktu singkat. (3) kontrol diri dalam hal menentuan prioritas and menolak tindakan/respons yang menarik. Pembentukan pengetahuan konseptual untuk membangun kemampuan kreatif dengan menggunakan cara berpikir tinggi (higher order thinking). Pengembangan keterampilan berpikir runut prosedural yang diterapkan baik melalui pembiasaan (habituasi) maupun  pendekatan saintifik (saintific approach).

Setiap jenjang pendidikan mengembangkan kemampuan yang sama yaitu kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang membedakan adalah keseimbangan komposisi. Secara komposisi pengembangan Kurikulum 2013PAUD lebih menekankan pada pembentukan sikap. Karenanya menjadi salah kaprah bila program PAUD diukur dengan kemampuan akademik atau lebih rinci pada kemampuan baca – tulis – dan hitung.

Demikian sajian informasi mengenai Arah Kurikulum PAUD di Indonesia yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Labels: PAUD

Thanks for reading Arah Kurikulum PAUD di Indonesia. Please share...!

0 Komentar untuk "Arah Kurikulum PAUD di Indonesia"

Your comment for me, please!

Back To Top
close