-->

TozSugianto

TozSugianto

TozSugianto

Panduan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap TP 2020/2021

Panduan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap TP 2020/2021 || Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19).

Keputusan yang paling utama dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tersebut adalah Pemberian izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya secara serentak dalam satu wilayah provinsi/kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan/desa/kelurahan. Pelaksanaan SKB ini berlaku efektif semenjak ditetapkan pada tanggal 20 Nopember 2020.

Pemberian izin pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan oleh pemerintah daerah atau kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor, antara lain:

  1. tingkat risiko penyebaran COVID-19 di wilayahnya;
  2. kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan;
  3. kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka ;
  4. akses terhadap sumber belajar/kemudahan Belajar Dari Rumah (BDR);
  5. kondisi psikososial peserta didik;
  6. kebutuhan layanan pendidikan bagi peserta didik yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah;
  7. ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan;
  8. tempat tinggal warga satuan pendidikan;
  9. mobilitas warga antarprovinsi, antarkabupaten/kota, antarkecamatan, dan antarkelurahan/desa;
  10. kondisi geografis daerah.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut juga harus mendapat ijin dan peresetujuan orang tua / wali peserta didik dan pengurus Komite Sekolah dengan catatan apabila orang tua / wali peserta didik keberatan atau tidak mengijinkan maka peserta didik yang bersangkutan boleh tidak mengikuti pembelajaran tatap muka dan satuan pendidikan harus melayani dan memfasillitasi.

Untuk lebih jelas, silahkan DOWNLOAD Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap TP 2020/2021 - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap TP 2020/2021 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Non Formal

Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Non Formal || Berdasarkan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Pada ayat 3) menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Sedangkan ayat 4) menyebutkan bahwa Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat. Sehubungan dengan hal tersebut maka Kerangka Dasar Pendidikan Anak Usia Dini adalah terdiri dari Satuan PAUD Jalur Non Formal dan Satuan PAUD Jalur Nonformal. Berikut disajikan Bentuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Jalur Non Formal:

Pertama - Kelompok Bermain; Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non formal yang meyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 2 sampai 4 tahun.

Kedua - Taman Penitipan Anak; Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program kesejahteraan sosial, perawatan, pengasuhan, dan pendidikan sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.

Ketiga - Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sederajat; Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non formal selain Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain, yaitu: 

  • Pos Pendidikan Anak Usia Dini (Pos PAUD) adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak sejak lahir sampai dengan berusia 6 (enam) tahun yang penyelenggaraannya dapat diintegrasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan/atau Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
  • Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak berusia 2 (dua) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun yang berbasis Taman Pendidikan Al-Quran.
  • Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Minggu (PAUD-SM) adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan keagamaan Kristen bagi anak berusia 2 (dua) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun berbasis Sekolah Minggu.
  • Pendidikan Anak Usia Dini Bina Iman Anak (PAUD-BIA) adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan keagamaan Katholik bagi anak berusia 2 (dua) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun yang berbasis Bina Iman Anak Katolik.

Tulisan Sebelumnya ; Pengertian PAUD Formal dan PAUD Nonformal - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Non Formal yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Formal

Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Formal || Berdasarkan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Pada ayat 3) menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Sedangkan ayat 4) menyebutkan bahwa Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat. Sehubungan dengan hal tersebut maka Kerangka Dasar Pendidikan Anak Usia Dini adalah terdiri dari Satuan PAUD Jalur Formal dan Satuan PAUD Jalur Nonformal. Berikut disajikan Bentuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Jalur Formal:

Pertama - Taman Kanak-Kanak; Adalah salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun

Kedua - Raudhatul Athfal; Adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan umum dan pendidikan keagamaan Islam bagi anak usia 4 sampai 6 tahun

Ketiga - Satuan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD Formal yang Sederajat; Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan formal selain Taman kanak-kanak dan Raudatul Athfal, yaitu: 

  • Tarbiyatul Athfal (TA)
  • Taman Kanak-kanak Al-Quran (TKQ)
  • Taman pendidikan Al-Quran (TPQ)
  • Adi Sekha
  • Taman Kanak-kanak Satu Atap
  • Taman Kanak-kanak Asuh
  • Taman Kanak-kanak Anak Pantai
  • Taman Kanak-kanak Bina Anaprasa
  • Taman Kanak-kanak di lingkungan Tempat Kerja
  • Taman Kanak-kanak Keliling
  • Taman Kanak-kanak Mahasiswa KKN
  • Taman Kanak-kanak di Lingkungan Tempat Ibadah

Tulisan Sebelumnya ; Pengertian PAUD Formal dan PAUD Nonformal - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Bentuk Satuan Pendidikan PAUD Formal yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Aplikasi RPP 1 Lembar SD SMP SMA PJJ Daring Luring [editable] - by Nanang Sriyadi

Aplikasi RPP 1 Lembar SD SMP SMA PJJ Daring Luring [editable]- by Nanang Sriyadi || Dalam Permendikbud Nomor 81A tahun 2018 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Dengan membuat RPP yang baik tentunya proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan tujuan pembelajaran akan tercapai.

Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nadiem Makarim Nomor 14 tahun 2019 tentang penyederhaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mempertimbangkan beberapa hal seperti efisiensi, efektifitas dan orientasi kepada peserta didik, maka Guru diberikan kebebasan dalam menyusun RPP yang sederhana sehingga guru bisa fokus dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam mempertimbangkan efisiensi, diperlukan inovasi agar  prose pembuatan RPP yang salah satu caranya adalah membuat aplikasi yang bisa membuat RPP 1 lembar.

Aplikasi RPP 1 lembar ini merupakan salah satu solusi untuk mempermudah guru dalam menyelesaikan administrasi Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). Aplikasi ini menggunakan Microsoft Excel. Berikut disajikan Aplikasi RPP 1 lembar karya Nanang Sriyadi yang dikutip dari website / blog pribadi www.nanangsriyadi.online yang didedikasikan untuk digunakan dan dibagikan oleh siapapun. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan dapat diedit sesuai kebutuhan. Aplikasi RPP 1 lembar ini BISA diEDIT dan diCETAK untuk kepentingan Pembelajaran Jarak Jauh baik Luar Jaringan atau LURING maupun Dalam Jaringan atau DARING baik jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK.

Download APLIKASI RPP 1 Lembar SD-SMP-SMA [klik di sin]

Petunjuk Penggunaan APLIKASI RPP 1 Lembar [klik di sini]

Demikian sajian informasi Aplikasi RPP 1 Lembar yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Daftar Cek Kesiapan Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19

Daftar Cek Kesiapan Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19 || Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 dimulai 11 Januari 2021. Dalam kondisi yang masih suasana Pandemi Covid-19, desakan untuk terselenggaranya Pembelajaran Tatap Muka semakin kuat seiring dengan telah dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Salah satu syarat pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yaitu jika sekolah sudah memenuhi semua daftar periksa (ceklist) kesiapan sekolah untuk untuk penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka. Berikut adalah ceklist kesiapan pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka di sekolah di tengah masa pandemi Covid-19.

1.  Ketersediaan Sarana Sanitasi dan Kebersihan

  • Toilet atau kamar mandi bersih/higienis.
  • Sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer)
  • Perangkat untuk Disinfektan (alat semprot)

2.  Ketersediaan Fasilitas Kesehatan

  • Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya;
  • Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu
  • Menyiapkan masker jika Guru, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik tidak mengenakan/membawa masker dari rumah.
  • Memiliki alat Thermogun (pengukur suhu tubuh)

3.  Pemetaan yang tidak boleh melakukan kegiatan di Satuan Pendidikan

  • Data warga satuan pendidikan yang memiliki memiliki kondisi medis comorbid (penyerta) yang tidak terkontrol;
  • Data Data warga satuan pendidikan tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak;
  • Data Data warga satuan pendidikan yang memiliki riwayat perjalanan dari ZONA KUNING, ORANYE, MERAH dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari;
  • Data warga satuan pendidikan yang memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari

4.  Kesepakatan Bersama dengan Orang Tua / Wali serta Komite Satuan Pendidikan

  • Pernyataan Orang Tua / Wali Peserta didik yang MENGIJINKAN atau TIDAK MENGIJINKAN diselenggarakannya Pembelajaran Tatap Muka.
  • Kesepakatan bersama dengan Komite Satuan Pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. 

5.  Tata Laksana PBM Tatap Muka 

  • Jadwal Pelajaran Khusus
  • Pengaturan Ruang Kelas
  • Tata Tertib Khusus (Kewajiban - Larangan - Sangsi)
Untuk lebih jelas dan lengkap, silahkan download Panduan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19 [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Daftar Cek Kesiapan Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) || Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan konsep baru yaitu Asesmen Nasional yang salah satu bagiannya adalah Asesmen Kompetensi Minimum atau kemudian populer dikenal dengan sebutan AKM. Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekadar penguasaan konten.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa literasi di sini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan, dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka.

Untuk mengenal lebih jauh Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM silahkan download Panduan AKM 1 [klik di sini] dan Panduan AKM 2 [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Asesmen Kompetensi Minimum yang dapat disajikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!

Back To Top
close