Cara Mendapatkan Jadwal Shalat yang Tepat

Cara Mendapatkan Jadwal Shalat yang Tepat || Shalat Wajib merupakan salah satu kewajiban utama Umat Islam. Dilaksanakan selama 5 waktu sehari semalam berdasarkan waktu yang sudah ditentukan. Dalam ajaran Islam, tidak ditetapkan waktu shalat berdasarkan Jam, akan tetapi berdasarkan gejala alam dari Terbit sampai Tenggelam Matahari beserta pengaruhnya terhadap kondisi alam lainnya seperti Fajar, dan Bayangan.

Dalam era modern, Waktu shalat dipermudah dengan ditetapkannya JAM. Akan tetapi karena kondisi alam setiap daerah berbeda, maka berbeda pula waktu shalat di tiap daerah tersebut jika dikonversi ke JAM. Untuk mendapatkan waktu shalat yang tepat, berikut disajikan informasi mengenai Cara Mendapatkan Jadwal Shalat yang Tepat. Silahkan ikuti langkah berikut:

Kunjungi laman Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama
https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat
atau – KLIK diSINI
akan terlihat tampilan seperti ini ...


Ikuti Langkah yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini !!!


Langkah 1, perhatikan gambar di bawah ini !!!
Pilih Provinsi


Langkah 2, perhatikan gambar di bawah ini !!!
Pilih Kabupaten / Kota


Langkah 3, perhatikan gambar di bawah ini !!!
Pilih Bulan Masehi


Langkah 4, perhatikan gambar di bawah ini !!!
Pilih Tahun Masehi


Langkah 5, perhatikan gambar di bawah ini !!!
KLIK Gambar "Loop" seperti ditunjuk Panah,
maka akan muncul tampilan di bawahnya


Langkah 6, perhatikan gambar di bawah ini !!!
KLIK Simblol "Download" , Jadwal Shalat akan terdownload otomatis
dalam Format Microseft Excell - silahkan buka - edit - cetak

Demikian sajian informasi mengenai Cara Mendapatkan Jadwal Shalat yang Tepat yang dapat disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Shalat Tarawih Bulan Puasa Ramadhan

Shalat Tarawih Bulan Puasa Ramadhan || Ibadah Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh orang Islam ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Ibadah ini hanya ada dan didirikan pada bulan Ramadhan saja, bulan-bulan yang lain tidak pernah diajarkan. Itulah mengapa ibadah shalat tarawih begitu istimewa.


Tarawih berarti ‘istirahat’, oleh karena itu pada pelaksanaan ibadah tarawih diselingi dengan ‘istirahat’, dengan disunnahkan duduk beberapa saat setelah selesai salam kemudian memperbanyak dzikir kepda Allah SWT dan shalawat kepda Nabi Muhammad SAW, baik itu di setiap rakaat kedua maupun pada rakaat keempat, semuanya itu dikerjakan dalam keadaan khusyuk serta tidak tergesa-gesa, adab perlu diperhatikan, jangan terlalu cepat bacaan dzikirnya agar tata cara bacaan dan tajwitnya sesuai atau benar.

Tarawih adalah shalat sunnah yang paling istimewa dan hanya ada di bulan Ramadhan. Shalat tarawih memang ada perbedaan pengamalan dalam hal jumlah rakaat, namun hal itu tidak perlu kita permasalahkan, semuanya benar, tidak ada yang salah karena semuanya punya dalil dan pegangan tersendiri. Yang salah adalah mereka yang tidak melaksanakan ibadah sunnah yang mempunyai banyak keutamaan ini.

Silahkan Baca Juga;
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1429 H / 2018 M - [klik di sini]

Kita hanya perlu memahami bahwa Rasulullah SAW mengerjakan delapan ditambah tiga rakaat pada sebuah hadis yang panjang, dimana maknanya adalah bahwa Rasulullah SAW mau memperoleh pahala pada ayatnya yang panjang.

Sementara pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, diangkat Ubay bin Ka’ab menjadi imam dengan ayat yang singkat dimana satu malamnya satu jus dengan rakaat yang banyak, yakni 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, yang dimana menunjukkan bahwa para sahabat waktu itu ingin memperoleh pahala yang banyak dari jumlah rakaat.

Itulah sebabnya al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan setelah menggabungkan beberapa riwayat, bahwa perbedaan tersebut ada pada panjang dan pendeknya bacaan; kalau ayatnya panjang maka rakaatnya sedikit (inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebelas rakaat), jika ayatnya pendek maka jumlah rakaatnya diperbanyak (inilah yang diamalkan oleh para sahabat).

Jika kita lihat dalam sejarah, shalat tarawih diamalkan oleh Rasulullah SAW pertama kali pada tanggal 23 Puasa Ramadhan pada tahun kedua Hijriyah, tetapi pada waktu itu Nabi SAW mengerjakannya tidak hanya di dalam masjid, tetapi beliau kadang melakukannya di rumah.

Demikian sajian informasi mengenai Shalat Tarawih Bulan Puasa Ramadhan yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top