Faktor Penunjang Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Faktor Penunjang Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini || Secara alamiah, sebagai mahluk hidup, anak akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Namun terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan anak terdapat beberapa faktor yang turut mempengaruhi kuantitas dan kualitasnya. Ada dua faktor utama yang dapat menunjang perkembangan kognitif anak usia dini:

Faktor Hereditas atau Keturunan
Faktor ini turut menentukan perkembangan intelektual seorang anak. Dengan kata lain, seorang anak membawa kemungkinan memiliki kemampuan berpikir yang similar dengan orang tuanya, apakah itu normal, di atas normal, atau di bawah normal. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang bila tidak ada lingkungan yang dapat memberinya kesempatan untuk berkembang.

Faktor Lingkungan
Banyak studi maupun penelitian yang mendukung faktor lingkungan memengaruhi tingkat kognitif atau intelegensi seseorang. Faktor lingkungan yang paling berperan dalam menunjang perkembangan kognitif anakadalah keluarga dan sekolah.
  1. Keluarga; Hubungan sehat antara orang tua dan anak (penuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua) memfasilitasi perkembangan kognitifanak. Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat bisa membuat anak mengalami kesulitan atau kelambatan dalam perkembangan kognitifnya.
  2. Sekolah; Sekolah adalah lembaga formal yang diberi tanggung jawab untuk meningkatkan perkembangan anak, termasuk perkembangan berpikir anak. Karena itu, tenaga pengajar atau guru di sekolah memiliki peranan sangat penting dalam menunjang perkembangan kognitif si Kecil.
Selain kedua faktor tersebut, perkembangan kognitif anak juga turut dipengaruhi usia, jenis kelamin, ras, budaya, dan asupan nutrisi. Ya, asupan nutrisi yang tepat dan memadai dapat berperan penting dalam mendukung proses belajar si Kecil. Kombinasi nutrisi dan stimulasi tepat akan membentuk struktur otak anak. Tanpa dukungan nutrisi yang tepat, si kecil tidak akan dapat menyerap stimulasi secara optimal.

Demikian sajian informasi mengenai Faktor Penunjang Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini yang dapat disajikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat ...

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak || Masa anak-anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting dalam kehidupan setiap manusia. Pada periode ini, anak belajar menguasai keahlian tertentu dan menghadapi tugas-tugas baru. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan betul berbagai proses perkembangan yang berlangsung dalam hidup anak pada periode ini; mulai dari perkembangan kognitif anak, motorik, sensorik, fisik, bahasa, dan emosionalnya.

Perkembangan kognitif mengacu kepada kemampuan yang dimiliki seorang anak untuk memahami sesuatu. Salah satu tokoh psikologi yang mengemukakan teori tentang tahapan perkembangan kognitif (cognitive theory) manusia adalah Jean Piaget. Menurut Piaget, anak-anak memiliki cara berpikir berbeda dari orang dewasa. Berikut ini disajikan Tahapan Perkembangan Kognitif Anak menurut Piaget yang membagi tahapan perkembangan kognitif anak dalam empat tahap.

Tahap-1 Sensorimotor (0-24 bulan)
Setiap bayi lahir dengan refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Oleh karena itu, pada masa ini, kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca inderanya. Berbagai gerak refleks tersebut kemudian berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan. Pada tahap perkembangan kognitif awal ini, anak belum dapat mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain, sehingga ia dianggap “egosentris”.

Pada usia 18 bulan, anak juga sudah mampu menciptakan simbol-simbol dalam suatu benda serta fungsi beberapa benda yang tak asing baginya. Anak pun kini mampu melihat hubungan antarperistiwa dan mengenali mana orang asing dan mana orang terdekatnya.

Tahap-2 Praoperasional (2-7 tahun)
Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Anak pun sudah masuk ke dalam lingkungan sosial. Ciri tahapan ini adalah anak mulai bisa menggunakan operasi mental yang jarang dan secara logika kurang memadai.

Anak juga masih tergolong “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Ia sudah dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda berwarna merah, walaupun bentuknya berbeda-beda.

Tahap-3 Operasional Konkret (7-11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu melakukan pengurutan dan klasifikasi terhadap objek maupun  situasi tertentu. Kemampuan mengingat dan berpikir secara logis anak pun makin meningkat. Ia mampu memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis sehingga anak mulai bisa belajar matematika dan membaca. Pada tahapan ini pula sifat “egosentris” anak menghilang secara perlahan. Ia kini sudah mampu melihat suatu masalah atau kejadian dari sudut pandang orang lain.

Tahap-4 Operasional Formal (> 11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Ia dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Ia dapat memahami konsep yang bersifat abstrak seperti cinta dan nilai. Anak juga bisa melihat kenyataan tidak selalu hitam dan putih, tetapi juga ada “gradasi abu-abu” di antaranya. Kemampuan ini penting, karena akan membantunya melewati masa peralihan dari masa remaja menuju fase dewasa atau dunia nyata.

Demikian sajian informasi mengenai Tahapan Perkembangan Kognitif Anak yang dapat disajikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat ...
Back To Top