Keistimewaan Pendidikan Vokasi


Keistimewaan Pendidikan Vokasi || Sebagaimana telah diketahui pada pembahasan sebelumnya bahwa Pendidikan Vokasi adalah pendidikan yang menekankan pada keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Biasanya satu program membahas topik yang spesifik. Misalnya: Seni Kuliner Prancis: Patisserie, Multimedia: Character Design, dan lain sebagainya yang benar-benar membutuhkan keahlian praktikal. Pendidikan vokaai biasanya mengharuskan peserta didik untuk magang, sebelum menamatkan program pilihan mereka.

Peserta didik pada pendidikan vokasi biasanya lulus dengan gelar Certificate, Diploma atau Advanced Diploma. Banyak juga gelar vokasi yang dapat dilanjutkan ke pendidikan tingkat sarjana atau pascasarjana. Durasi pendidikan vokasi sangat bervariasi, mulai dari satu semester, hingga beberapa tahun, tergantung program yang dipilih.

Baca Juga;
    Pengertian Pendidikan Vokasi - [klik di sini]
    Perbedaan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi - [klik di sini]
    Perbedaan Pendidikan Kejuruan dengan Pendidikan Vokasi - [klik di sini]

Pada kesempatan ini, penulis akan sajikan 3 hal yang merupakan Keistimewaan Pendidikan Vokasi. 3 hal tersebut adalah sebagai berikut:

Lebih Praktis
Jika kamu merasa menghadiri kelas kuliah membosankan, tidak suka mengerjakan tugas dan dinilai dengan cara ujian, mengapa tidak mempertimbangkan pendidikan vokasi? Pendidikan vokasi benar-benar melatih keahlian praktikal, sehingga tentu saja lebih banyak praktek daripada teori.

Banyak Pilihan Institusi
Berbeda dengan pendidikan gelar sarjana dan sebagainya, pendidikan vokasi ditawarkan lebih banyak institusi, baik itu universitas, kolese, politeknik, pusat pelatihan ataupun institusi-institusi lainnya yang berspesialisasi menyelenggarakan program pendidikan vokasi.

Beragam Pilihan Program
Pendidikan vokasi cocok bagi mereka yang sudah jelas dan yakin dengan apa yang ingin mereka kejar sebagai karir masa depan. Banyak sekali bidang yang tersedia mulai dari pariwisata dan perhotelan, manajemen retail, pengembangan software, desain interior, teknik otomotif, penata rambut hingga kuliner. Pendidikan vokasi menekankan keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk terjun langsung ke industri serta membahas topik yang lebih spesifik, jika dibandingkan dengan perkuliahan di universitas yang membahas topik yang lebih luas.

Demikian sajian informasi mengenai Keistimewaan Pendidikan Vokasi yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Perbedaan Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Vokasi

Perbedaan Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Vokasi || Pada dasarnya pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi merupakan pendidikan tentang keterampilan dan kecakapan hidup terapan produktif. Akan tetapi secara formal dijelaskan dalam Pasal 15 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu, sedangkan pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.

Dengan demikian, pendidikan kejuruan merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan formal yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan tingkat menengah, yaitu: pendidikan menengah kejuruan yang berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan program pendidikan yang terkait erat dengan ketenagakerjaan. Jenjang pendidikan formal yang berlaku dikenal pendidikan kejuruan tingkat sekolah menengah (secondary) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan berbagai program keahlian seperti Listrik, Elektronika Manufaktur, Elektronika Otomasi, Metals, Otomotif, Teknik Pendingin, Gambar Bangunan, Konstruksi Baja, Tata Busana, Tata Boga, Travel and Tourism, penjualan, akuntansi, manajemen perkantoran dan sebagainya serta tingkat di atas sekolah menengah (post secondary) misalnya politeknik 

Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja.

Demikian sajian informasi mengenai Perbedaan Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Vokasi yang dapat disampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Memahami Perbedaan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi

Memahami Perbedaan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi || Berbicara mengenai pendidikan, ternyata banyak orang tidak tahu kalau di Indonesia ada tiga jenis pendidikan tingggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program pendidikan di pendidikan tinggi mencakup pendidikan akademik (sarjana, magister, dan doktor), pendidikan profesi/spesialis dan pendidikan vokasi (diploma). Berikut disajikan uraian singkat mengenai Pendidikan Akademik, Pendidikan Profesi dan Pendidikan Vokasi.

Pendidikan Akademik
Definisi pendidikan akademik adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tertentu. Pendidikan Akademik mencakup program pendidikan sarjana (S1), magister atau master (S2) dan doktor (S3). Contoh: lulusan sarjana ekonomi bergelar S.E., sarjana kedokteran mendapat gelar S.Med., sarjana teknik mendapat gelar S.T., dan sarjana hukum S.H dan sebagainya. Sama juga dengan Magister dan Doktor (DR.)

Pendidikan Profesi
Pendidikan profesi adalah sistem pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang menyiapkan peserta didik untuk menguasai keahlian khusus. Lulusan pendidikan profesi mendapatkan gelar profesi. Sebagai contoh; setelah bergelar S.E, seseorang menempuh pendidikan profesi Akuntan, maka dia bergelar S.E. Ak. atau contoh lainnya; setelah bergelar S.Med., seseorang menempuh pendidikan profesi dokter, maka dia mendapat gelar dr. (dokter).

Pendidikan Vokasi
Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Pendidikan vokasi mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan diploma IV (D4). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya).

Dalam Pendidikan Akademik, gelar akademik biasanya melekat setelah seseorang lulus dari pendidikan tinggi. Misal ketika seseorang lulus dari sarjana ekonomi dan mendapat gelar S.E, maka gelar tersebut akan terus melekat pada lulusan tersebut. Kecuali ada kasus yang menyebabkan perguruan tinggi mencabut gelar tersebut.

Dalam Pendidikan Profesi, gelar profesi harus diperpanjang secara periodik. Semua profesi memiliki sistem pendidikan berkelanjutan (continuing learning). Tujuannya agar profesi tetapupdate dengan informasi, ilmu dan teknologi terbaru.

Dalam Pendidikan Vokasi, gelar vokasi adalah gelar yang diberikan kepada lulusan jenjang diploma dari pendidikan vokasi atau akademi yang menghasilkan keahlian dalam bidang tertentu dari suatu perguruan tinggi. Gelar vokasi diatur oleh senat perguruan tinggi dan ditulis di belakang nama penyandang gelar yang berhak dengan mencantumkan singkatannya.

Gelar Vokasi Ahli Pratama (A.P.), Ahli Muda (A.Ma.), dan Ahli Madya (A.Md.) diatur oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 178/U/2001 tanggal 21 November 2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. Sedangkan gelar Sarjana Terapan (S.Tr.) diatur oleh Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 888/E.E3/MI/2014 tanggal 17 Oktober 2014 perihal Penetapan Jenjang Kualifikasi dan Gelar Sarjana Terapan.

Demikian sajian inforamasi mengenai Perbedaan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi yang dapat disajikan. Semoga Bermanfaat !!!

Pengertian Pendidikan Vokasi

Pengertian Pendidikan Vokasi || Menurut kbbi.kemdikbud.go.id vokasi diartikan sebagai pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi atau keahlian. Pendidikan Vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Peserta didik akan diarahkan untuk mengembangkan keahlian terapan dan beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu serta dapat menciptakan peluang kerja.

Pendidikan Vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4) yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi/gelar ahli madya.

Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis melalui program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3), diploma IV (D4) atau sarjana terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan. Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya), S.ST. (Sarjana Sains Terapan).

Lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tinggi keahlian terapan (vokasi) adalah Universitas yang menyelenggarakan program diploma, Akademi, Politeknik (seperti Politeknik Banyuwangi), Sekolah Tinggi, Institut dengan waktu studi untuk Program Diploma 1 selama 1 tahun, Diploma 2 selama 2 tahun, Diploma 3 selama 3 tahun, dan Diploma 4 selama 4 tahun. Standar nasional pendidikan vokasi dikembangkan berdasarkan standar kompetensi nasional dan/atau internasional.

Baca Juga;
    Perbedaan Pendidikan Akademik, Profesional dan Vokasi - [klik di sini]
    Perbedaan Pendidikan KEjuruan dan Pendidikan Vokasi - [klik di sini]
    Kelebihan Pendidikan Vokasi - [klik di sini]

Pendidikan Vokasi menganut sistem terbuka (multi-entry-exit system) dan multimakna (berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan watak, dan kepribadian, serta berbagai kecakapan hidup life skill. Pendidikan vokasi berorientasi pada kecakapan kerja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja.

Demikian sajian informasi mengenai Pengertian Pendidikan Vokasi yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top