Memahami Tahapan Seleksi Calon Anggota Paskibra

Memahami Tahapan Seleksi Calon Anggota Paskibra || Semua Calon Anggota Paskibra di pilih dari sekolah tingkat SMA/SMK/MA, biasanya adalah berasal dari kelas X. Pada tahapan seleksi tingkat sekolah yang berhak memilihnya adalah pihak sekolah, lalu siswa pilihan sekolah akan langsung mengikuti seleksi tingkat II yaitu tingkat Kabupaten/Kota.

Ditingkat Kabupaten/Kota, Calon Anggota Paskibra akan bersaing ketat dengan Siswa siswi lain di luar sekolah, tentu saingannya pun akan sangat banyak sekali. Pada tahapan Seleksi Calon Anggota Paskibra inilah sebenarnya Calon Anggota Paskibra harus bisa mengerahkan semua kemampuannya, karena hanya beberapa puluh (biasanya kurang dari 40 siswa) yang diterima dalam tingkat Kabupaten/Kota dari ratusan peserta seleksi.

Ketika pengumuman hasil Seleksi Calon Anggota Paskibra tingkat Kabupaten/Kota biasanya dihari yang sama akan di umumkan 4 siswa terpilih yang dianggap yang terbaik untuk mengikuti seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi. Nantinya dari 4 siswa tersebut akan mengikuti penyeleksian beberapa hari bersama siswa-siswa pilihan lainnya yang terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi. Setelah itu biasanya tak jarang siswa pilihan tersebut ada yang tidak bisa lolos ke tingkat provinsi sehingga Ia harus kembali ke tingkat Kabupaten/Kota.

Setelah terpilih menjadi Paskibraka Provinsi, kemudian dipilih lagi 4 orang (2 putra dan 2 putri) yang terbaik di antara yang terbaik untuk mengikuti Seleksi Calon Anggota Paskibra Tingkat Nasional yang prosesnya tidak jauh berbeda dengan Seleksi Paskibra Tingkat Provinsi. Pada Seleksi Paskibra Tingkat Nasional hanya akan menetapkan Anggota Paskibra Nasional 1 putra dan 1 putri terbaik dari setiap Provinsi.

Di luar semua itu, sebenarnya di manapun ditugaskan nantinya baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Nasional, tetaplah Paskibr yang memiliki kedudukan yang sama, karena melakukan pekerjaan yang sama, pada hari yang sama yaitu tanggal 17 Agustus untuk sama sama mengibarkan Sang Merah Putih. Hanya saja tempatnya nya yang berbeda.

Demikian sajian informasi mengenai Tahapan Seleksi Calon Anggota Paskibra yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Inilah Persyaratan Menjadi Anggota Paskibra Nasional

Inilah Persyaratan Menjadi Anggota Paskibra Nasional || Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara atau Paskibra Nasional merupakan hal yang sangat istimewa. Kesempatan tersebut hanya terjadi satu kali seumur hidup, karena biasanya diambil dari siswa-siswi Kelas XI di SMA/SMK. Calon anggota Paskibra Nasional diberikan kepada 1 orang Putra dan 1 orang Putri terbaik dari setiap Provinsi di Idonesia.

Untuk mendapatkan predikat terbaik dari setiap provinsi, setiap calon anggota Paskibra Nasional harus memenuhi persyaratan dan kriteria yangditetapkan seperti di bawah ini:
  1. Anggota Paskibraka harus memiliki akhlak yang bagus,
  2. Anggota Paskibraka harus beragama dan taat pada agama yang dianutnya,
  3. Anggota Paskibraka harus berbudi pekerti dan bertingkah laku baik,
  4. Anggota Paskibraka harus memiliki mental yang kuat dan moral yang baik,
  5. Anggota Paskibraka harus dapat bertanggung jawab,
  6. Anggota Paskibraka harus berkepribadian baik,
  7. Anggota Paskibraka harus bersahaja,
  8. Anggota Paskibraka harus bersikap sopan,
  9. Anggota Paskibraka harus disiplin,
  10. Anggota Paskibraka harus bersemangat,
  11. Anggota Paskibraka harus sigap, tangkas, dan lincah.
  12. Berpenampilan segar, gembira, dan menarik,
  13. Pandai bergaul (supel) dan ramah,
  14. Tinggi badan (minimal-maximal) putra: 170cm-180cm dan putri: 165cm-175cm. Tahun 2016 kemarin, yang diutamakan adalah yang memiliki tinggi 172cm.
  15. Berat badan ideal dan proporsional (tidak terlihat gemuk ataupun kurus),
  16. Kaki tidak tinggi sebelah, varises, O atau X.
  17. Tubuh simetris dan proporsional (tidak terlihat panjang sebelah),
  18. Anggota Paskibraka harus memiliki postur tubuh yang tegap,
  19. Tangan tidak panjang sebelah,
  20. Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat keterangan dokter),
  21. Tidak berpenyakit dalam, menular, atau kronis,
  22. Memiliki ketahanan fisik yang kuat,
  23. Tidak cacat,
  24. Gigi rapi,
  25. Kulit bersih,
  26. Mata sehat (tidak buta warna dan/atau minus/silinder/plus),
  27. Memiliki nilai raport yang diatas rata-rata kelas (dibuktikan dengan raport sekolah),
  28. Berjiwa kepemimpinan,
  29. Bisa dan tau masalah baris berbaris,
  30. Dapat berbahasa inggris aktif,
  31. Belum pernah menjadi anggota paskibraka (Kota/Kabupaten/Provinsi/Nasional),
  32. Mendapat ijin dari orang tua dan sekolah,
  33. Memiliki pengetahuan tentang daerah asal,
  34. Bisa menampilkan sebuah kesenian daerah asal,
  35. Bukan perokok dan pecandu narkoba,
  36. Siswa/i SMA/SMK/MA sederajat kelas 10 (pada saat tugas 11),
  37. Siswa berusia 16-18 tahun.
Persyaratan tersebut harus terpenuhi pada saat dilakukan Seleksi Nasional Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Nasional yang diikuti oleh utusan setiap provinsi.

Demikian sajian informasi mengenai Persyaratan Menjadi Anggota Paskibra Nasional yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Inilah Nama Anggota Paskibraka Nasional 2018

Inilah Nama Anggota Paskibraka Nasional 2018 || Terdapat 68 (enam puluh delapan) orang daftar nama calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Nasional 2018 sudah terpilih. Proses selekasi calon anggota Paskibraka 2018 telah dilakukan secara berjenjang dari tingkat Kabupaten/Kota dan kemudian Seleksi Tingkat Provinsi yang kemudian Seleksi Tingkat Nasional. Putra dan putri terbaik dari 34 Provinsi di Indonesia tersebut akan menjalani Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka di PP-PON Kementerian Pemuda dan Olahraga Cibubur, Jakarta Timur, sejak 25 Juli sampai 25 Agustus 2018. Selanjutnya akan bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republlik Indonesia ke 73 di Istana Negara Jakarta dan menurunkan bendera Merah Putih pada sore harinya.

Berikut Daftar Nama Calon Anggota Paskibraka Nasional 2018 berdasarkan Wilayah Pulau dan Provinsi masing-masing.

Wilayah Pulau Sumatra
1. DI Aceh
    Putra : Ralian Septiandi - SMA N 1 Simpang Kiri
    Putri : Nur Hikmah Rahmadani - MAN Aceh Singkil
2. Sumatera Utara
    Putra : Lucas Alexaindre Siburian - SMA N 1 Medan
    Putri : Suci Izdihar Hulwa - SMA N 6 Pematang Siantar
3. Sumatera Barat
    Putra : Farhan Nasani - SMA N 14 Padang
    Putri : Al-Mar'atul Hamidah - SMA N 2 Payakumbuh
4. Riau
    Putra : Aditya Firdika - SMA N 1 Bangkinan
    Putri : Fira Amalianda - SMA N 1 Teluk Kuantan
5. Kepulauan Riau
    Putra : Diko Rio Pradana - SMA N 1 Bintan Utara
    Putri : Nashita Agnu Khalifa - SMA N 2 Batam
6. Jambi
    Putri : Dendi Panriadi - SMA N 1 Tanah Sepenggal
    Putri : Rahmadeni Putri Haimda - SMA N 1 Merlung
7. Sumatera Selatan
    Putra : Danu Muhammad Pradika - SMA N 2 Unggul Sekayu
    Putri : Zanati Tahta Umahati - SMA N 1 Pagaralam
8. Bangka Belitung
    Putra : Pandu Farhan Pangestu - SMA N 3 Kota Pangkal Pinang
    Putri : Siti Sabila Anandita - SMA N 2 Tanjung Pandang
9. Bengkulu
    Putra : Babogi Ikalawang - SMA N 2 Kota Bengkulu
    Putri : Anggita Puput Pramugita - SMA N 1 Bengkulu Selatan
10. Lampung
      Putra : Muhammad Genta Lambang - SMA 1 Seputih Banyak
      Putri : Rafika Sherli Anjeli - SMK Muhammadiyah 3 Metro

Wilayah Pulau Jawa
11. DKI Jakarta
      Putra : Joddi Mursin Putra Elman - SMA Labschool Kebayoran
      Putri : Jessenia Sarah Aurelia - SMA Labschool Rawamangun
12. Jawa Barat
      Putra : Ahmad Syahrul Mukaron - SMA N 11 Garut
      Putri : Tarissa Maharani Dewi - SMAT Krida Nusantara
13. Banten
      Putra : Muhamad Ari Setiawan - SMA N 6 Kota Serang
      Putri : Safira Amanda Prasanti - SMA N 3 Kabupaten Tangerang
14. Jawa Tengah
      Putra : Muhammad Rajif Maulana SMA N 1 Purwodadi
      Putri : Wina Aulia Attarizki SMA N 1 Kota Pekalongan
15. DI Yogyakarta
      Putra : Muhammad Widya Hudiya Wijaya - SMA N 3 Yogyakarta
      Putri : Nyimas Ayu Dhivangga - SMA N 1 Piyungan
16. Jawa Timur
      Putra : Ananda Micola - SMK 17 Cluring
      Putri : Nina Adiningtya Sriwigati - SMA N 1 Tuban

Wilayah Pulau Bali dan Nusa Tenggara
17. Bali
      Putra : Sang Putu Hendra Aditya Jyoti
      Putri : Ni Putu Sukma Dewi Widyanti
18. NTB
      Putra : Muhammad Ihlassul Imam - SMA N 1 Labuan Haji
      Putri : Shalsabilla Lestari Putri Suteja - SMA N 1 Selong
19. NTT
      Putra : Bobo Nowo - SMA N 1 Sabu Barat
      Putri : Maria Yunita Jesuita - SMA N 1 Poco Ranaka

Wilayah Pulau Kalimantan
20. Kalimantan Barat
      Putra : Muhammad Irfan - SMA Taruna Bumi Khatulistiwa
      Putri : Alda Ananda Putri - SMA N 2 Singkawang
21. Kalimantan Tengah
      Putra : Aryo Ronggo Saputro - SMA N 1 Pangkalan Bun
      Putri : Lily Alvia - SMA N Kahayan Hilir
22. Kalimantan Selatan
      Putra : Dika Ade Susilo - SMA N 3 Banjarbaru
      Putri : Zalfa Tsabitha E - SMA N 1 Banjarmasin
23. Kalimantan Timur
      Putra : Aditya Yoga Mulyawan - SMA 4 Samarinda
      Putri : Meiti Adella Panggabean - SMA Negeri 2 Sangatta Utara
24. Kalimantan Utara
      Putra : Nur Muhammad Akbar - SMA N 1 Sebatik
      Putri : Viorina Angelica Hendrawan - SMA N 1 Malinau

Wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
25. Sulawesi Utara
      Putra : Zefanya Otniel Frans Rompis - SMA Unklab Airmadidi
      Putri : Ribka Yuliana Syaloom Owu - SMA N 2 Ratahan
26. Sulawesi Barat
      Putra : M Riyan Dwi Putra - SMA N 1 Tikke Raya
      Putri : Reskindar Tonapa - SMA N 2 Tobadak
27. Sulawesi Tengah
      Putra : Ahmad Nur Alamsyah - SMA 1 Ampana Kota
      Putri : Rezkiana Zapana - SMA N Model Terpadu Madani Palu
28. Sulawesi Selatan
      Putra : Ikhsanul Hidayah - SMA N 5 Soppeng
      Putri : Sharfinah Dian Asyizah - SMA N 11 Pangkep
29. Sulawesi Tenggara
      Putra : Rezkyawan Ridwan  SMAN  4 Kendari
      Putri : Tarisya Ramadhani Tawakal - SMAN 2 Raha, Muna
30. Gorontalo
      Putra : Muh Iqbal Machmud - SMA N 3 Kota Gorontalo
      Putri : Tiara Syafa Mustafa - MAN 1 Kota Gorontalo
31. Maluku Utara
      Putra : Rudi Bobangu - SMA N 2 Halmahera Barat
      Putri : Fadhillah M Siradjuddin - SMA N 1 Tidore Kepulauan
32. Maluku
      Putra : Hamzah Abdullah Let - Let - SMA N 1 Tual
      Putri : Brigita Stelanny Latumeten - SMA N1 Tual
33. Papua Barat
      Putra : Nikanor Yafed Malakabu - SMAK N 1 Sorong
      Putri : Maimuna Yuni A Ramar - Madrasah Aliyah Negeri Fak-Fak
34. Papua
      Putra : Gidion Soleman - SMA N 1 Jayapura
      Putri : Nussy - SMA N 1 Jayapura

Demikian sajian informasi mengenai Nama Anggota PaskibrakaNasional 2018 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Sejarah Paskibra Indonesia

Paskibra, setiap tanggal 17 Agustus ketika Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI selalu menjadi salah satu yang menjadi perhatian khusus. Banyak orang melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mulai dari pasukan, gerakannya, hingga cerita yang menyertai aksi paskibra pada saat bertugas.

Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Wali Kota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Merdeka). Anggotanya berasal dari pelajar SMA Sederajat kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus. Selama waktu seleksi sampai 16 Agustus, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan “CAPASKA” atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus, anggota dinamakan “PASKIBRAKA”, dan setelah 17 Agustus, dinamakan “PURNA PASKIBRAKA”.

Sejarah Paskibra Indonesia

Beberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pertama. Presiden Soekarno memberi tugas kepada ajudannya, Mayor M. Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1946, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas. Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.
Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soeharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
  1. Pasukan 17 / Pengiring (pemandu),
  2. Pasukan 8 / Pembawa bendera (inti),
  3. Pasukan 45 / Pengawal.
Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, KKO, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

Demikian sajian informasi mengenai Sejarah Paskibra Indonesia yang dapat disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top