Mengetahui Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2018

Mengetahui Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2018 || Menunaikan Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi Umat Islam yang sudah mampu dipandang dari berbagai aspek. Di tahun 2018 ini, para jemaah haji yang berangkat rata-rata telah melewati masa menunggu lebih dari 5 tahun setelah mendaftar dengan ketentuan yang disyaratkan mendapatkan Kuota Haji.

Jika diingat lebih dari 30 tahun lalu, kuota haji Indonesia yang disebar ke setiap daerah kadang-kadang tidak terpenuhi. Pengalaman beberapa orang, banyak yang mendaftar haji pada tahun itu juga bahkan beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup yangsudah diperpanjang untuk memenuhi kuota.

Kenyataan setelah tahun 2010, Umat Islam yang sudah mampu dan mendapatkan panggilan Allah untuk berhaji harus dengan sabar menunggu giliran diberangkatkan karena antrian terlalu banyak sementara kuota haji hanya bertambah sangat sedikit. Tercatat di suatu daerah Kabupaten di Jawa Barat, yang daftar haji tahun 2017 saja, harus rela bersabar untuk berangkat haji tahun 2030 atau menunggu sekitar 13 tahun. Musim Haji tahun 2018 ini, Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Indonesia telah dimulai tanggal 17 Juli 2018.

Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia 2018
Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 17 Juli 2018 sampai dengan 29 Juli 2018. Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan, akan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 30 Juli 2018 sampai dengan 15 Agustus 2018.

Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2018
Sementara itu, fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 27 Agustus 2018 sampai dengan 25 September 2018. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 27 Agustus 2018 sampai dengan 8 September 2018. Kemudian gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 9 September 2018 sampai dengan 26 September 2018.

Secara lebih Lengkap, Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2018 silahkan lihat - [klik di sini]

Demikian sjian informasi mengenai Jadwal Keberangkatan danKepulangan Jemaah Haji Indonesia 2018 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2018 adalah 10 Hari

Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2018 adalah 10 Hari || Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) memutuskan jumlah hari Cuti Bersama Lebaran 2018 tetap berdasarkan kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani 18 April 2018.


Cuti Bersama sebanyak tujuh hari, yakni tanggal 11-12-13-14, dan 18-19-20 Juni 2018. Hanya saja dalam Cuti Bersama tersebut terselip Libur Lebaran yaitu tanggal 15 dan 16 Juni 2018 dan Hari Minggu tanggal 17 Juni 2018. Jika ditotal maka Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2018 adalah 10 hari.

Pasca penetapan SKB 3 Menteri tersebut, pemerintah  telah melakukan serangkaian proses pembahasan, pertimbangan, dan mendengar aspirasi masyarakat. Ada delapan kebijakan yang harus dilakukan terkait penambahan cuti bersama lebaran tahun ini.
  1. Pemerintah memastikan bahwa pelayanan yang mencakup kepentingan masyarakat luas, seperti rumah sakit, listrik, air bersih/minum, perbankan, imigrasi, dan lainnya tetap berjalan seperti biasa.
  2. Setiap kementerian/lembaga akan menugaskan pegawai yang tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  3. PNS/ASN yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di lain waktu tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.
  4. Transaksi Pasar Modal dan Bursa akan dibuka pada tanggal 20 Juni 2018. Ketentuan Pelayanan Perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia.
  5. Cuti bersama di sektor swasta merupakan bagian dari cuti tahunan pekerja/buruh yang bersifat fakultatif, sehingga pelaksanaannya dilakukan atas kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.
  6. Kementerian  Perhubungan  akan mengatur semua stakeholder pelabuhan agar dapat  bekerja dan melayani kegiatan pelabuhan selama masa cuti bersama Idul Fitri.
  7. Mmpat Menko akan mengeluarkan surat instruksi kepada K/L terkait untuk melaksanakan penugasan pelayanan publik dan pengaturan pegawai di K/L terkait.
  8. Setiap K/L akan menindak lanjuti pengaturan hal tersebut dengan menetapkan Instruksi dan/atau Surat Edaran.
Silahkan Baca Juga;
Cuti Bersama Tahun 2018 menurut Kepres 13 2018 - [klik di sini]

Demikian sajian informasi mengenai Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2018 adalah 10 Hari yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Memahami Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan

Memahami Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan || Bulan Puasa atau Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang disebut Bulan Suci. Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dibanding dengan bulan lainnya. Banyak hal terkait dengan Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan. Berikut disajikan pembahasan mengenai Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan dibandingkan dengan bulan hijriyah lainnya.


Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya permulaan Al Quran sebagai petunjuk manusia. Keterangan ini dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185, artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, yang bertujuan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu sekalian bersyukur. )Surat Al Baqarah: 185).

Bulan Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka
Diceritakan dalam hadis Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah riwayat Imam Bukhori tentang keutamaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Sebagaimana keterangan dalam kitab Shahih Bukhori juz 3 halaman 32, yang artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu.” (HR. Bukhori).

Dalam redaksi kitab yang lain, hadis yang diceritakan dari Abu Hurairah, riwayat yang dijelaskan dalam kitab Sunan at Turmudzi halaman 682, yang artinya: “Diceritakan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun ditutup.” Dan seorang penyeru menyerukan, ”Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu yang terjadi setiap malam.” (HR. Turmudzi).

Bulan Penuh Berkah dan Pengampunan
Diceritakan dari Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhori juz 1 halaman 283 tentang keutamaan bulan Ramadhan, yang artinya: “Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhori).

Dalam redaksi kitab yang lain, diterangkan tentang diturunkannya rahmat pada bula Ramadhan dalam kitab al Ithafu Ahlu al Islam bi Khususiyyati as Syiam karangan Imam Ibnu Hajar al Haitami al Makki halaman 46 dan 51, yang artinya: “Datang kepada kalian bulan Ramadhan sebuah bulan yang penuh keberkahan yang di dalam terdapat kebaikan, Allah telah menurunkan di bulan ini kerahmatan, menghapus beberapa kesalahan, terkabulnya sebuah doa, memamerkan dirimu sekalian kepada malaikat, maka lakukanlah kebaikan dari dirimu sekalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah.”

Dilipat Gandakan Pahala pada Bulan Ramadhan
Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji “ (HR. Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan,“……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku “ Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

Terdapat Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan
Seperti yang menjadi pengetahuan umum, bahwa di Bulan Ramadhan, ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dalam Al Qur’an menyebutkan malam ini dalam surat Al Qadr ayat 1-5 yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Bulan Mustajabah Doa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya).

Syaikh Abu Zakariyah Yahya bin Syaraf an Nawawi ad Dimasqi dalam kitabnya al Majmu Syarhu al Muhadzab juz 6 halaman 375, menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kesunnahan doa itu bagi orang yang berpuasa (semua jenis puasa) dari awal puasa hingga akhir. Syaikh an Nawawi juga mengatakan dalam kitab yang sama bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, dan pada perkara yang ia sukai. Beliau juga mengingatkan agar tidak lupa mendoakan kaum muslimin lainnya.

Bulan yang Mengajarkan Sabar dan Meningkatkan Ketakwaan
Puasa, khususnya di Bulan Ramadhan, mengajarkan bagaimana sabar dalam menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Kesabaran itulah yang menuntun pada peningkatan ketakwaan dan penghambaan diri kepada Allah dan membebaskan hati dari penyakit-penyakit hati yang bisa menurunkan ketakwaan. Hal itu sesuai dengan kalam Allah dalam surat al Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. al Baqarah: 183).

Demikian sajian informasi mengenai Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Jam Kerja Pemerintahan pada Bulan Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M

Jam Kerja Pemerintahan pada Bulan Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M || Sehubungan memasuki Bulan Suci Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M, pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri.

Jam Kerja tersebut diatur melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 336 Tahun 2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Bulan Puasa Ramadhan.

Pada prinsipnya, jam kerja tersebut dikurangi satu jam dari jam kerja biasanya. Jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu. Pengurangan 1 jam tersebut diberikan agar ASN, TNI, dan POLRI yang melaksanakan puasa dapat meningkatkan ibadahnya.

Berikut adalah Jam Kerja bagi para ASN, TNI, dan POLRI selama Bulan Suci Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M:

Bagi instansi pemerintah yang melakukan lima hari kerja:
  1. Hari Senin sampai dengan Kamis : Pukul 08.00 – 15.00 / waktu istirahat : 12.00 - 12.30
  2. Hari Jumat : pukul 08.00 - 15.30 / waktu istirahat 11.30 - 12.30
Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja:
  1. Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu : pukul 08.00 - 14.00 / waktu istirahat : pukul 12.00 - 12.30
  2. Hari Jumat : pukul 08.00 - 14.30 / waktu istirahat : pukul 11.30 - 12.30
Silahkan Download[klik di sini]Surat Edaran MenPANRB Nomor 336 Tahun 2018.

Demikian sajian informasi mengenai Jam Kerja Pemerintahan pada Bulan Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Amalan Bulan Puasa Ramadhan yang Sangat Dianjurkan

Amalan Bulan Puasa Ramadhan yang Sangat Dianjurkan || Bulan Puasa atau Bulan Ramadhan adalah bulan Suci yang penuh hikmah dan ampunan. Di bulan Suci Ramadhan, waktu yang tesedia hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan Amalan tertentu. Selain menjalankan Ibadah Puasa Wajib, berikut Amalan Bulan Puasa Ramadhan yang Sangat Dianjurkan:


1. Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

2. Memberikan Makanan Berbuka Puasa
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah SAW adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

3. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas, karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

4. Shalat Tarawih
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah Shalat Tarawih. Rasulullah SAW pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah.  Ada yang meriwayatkan beliau melaksanakan shalat tarawih berjamaan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah SAW melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

5. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

6. Menyambut Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah SAW amat menjaga-jaga untuk bisa meraih Lailatul Qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah SAW. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

7. Melakukan Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Dengan merasakan Ramadhan di Mekkah, pasti setiap orang akan lebih berfokus dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

8. Memperbanyak Taubat
Selama bulan Ramadhan, Allah swt telah membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

9. Memperbanyak Dzikir
Berdzikir bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Oleh karena itu, saat bulan Ramadhan, cobalah memperbanyak berdzikir karena menurut hadist, berdzikir di bulan Ramadhan lebih afdhal dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.

10. Bersedekah

Bagi umat Muslim, bersedekah merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk membersihkan hartanya. Bersedekah di bulan Ramadhan merupakan amalan Ramadhan yang dilipatgandakan, bisa terbebas dari api negara dan mempermudah jalan menuju surga.

11. Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir o
leh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Demikian sajian informasi mengenai Amalan Bulan Puasa Ramadhan yang Sangat Dianjurkan yang dapat disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga Bemanfaat !!!
Back To Top